oleh

Gelar FGD, Panwaskab Jombang Undang Awak Media

Jombang – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jombang mengundang awak media dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas persoalan tahapan pengawasan pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati 2018-2023 yang digelar di Kantor Panwaslu Kabupaten Jombang Jalan Raden Wijaya No.55 Desa Jelakombo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Dalam acara tersebut, dihadiri puluhan awak media dari berbagai perusahaan media cetak dan elektronik. Kemudian juga dari unsur Pemerintahan Kabupaten Jombang, seperti Satpol PP dan Badan Kesatuan Bangsa, Politik (KesBangPol) dan dari unsur mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan seperti GMNI, PMII dan KAMMI, Selasa (12/06/2018) pukul 20.00 WIB.

Ketua Panwaslu Kabupaten Jombang, Nur Khasanuri menyampaikan, Pengawas Pemilu sudah memasuki tahap pengawasan pemungutan dan penghitungan suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati periode 2018-2023. Para peserta FGD diberikan pemaparan tentang poin-poin yang akan dilakukan pengawasan oleh unsur Panwaslu Kabupaten Jombang hingga pada unsur Pengawas TPS di 21 kecamatan di Kabupaten Jombang.

“Kami sudah membentuk Pengawas TPS sebanyak 2.147 yang tersebar 21 kecamatan dan 306 desa atau kelurahan. Setiap TPS ada satu Pengawas TPS,” ungkap Nur Khasanuri kepada stakeholder yang hadir di Kantor Panwaslu Jombang.

Adapun beberapa poin yang disampaikan oleh Nur Khasanuri antara lain, pengawasan pada saat sebelum pemungutan suara, pengawasan pada tahapan pemungutan suara dan pengawasan pada penghitungan suara, serta pemetaan TPS rawan. “Variabel TPS rawan meliputi akurasi data pemilih, penggunaan hak pilih, politik uang dan netralitas penyelenggara serta pemungutan suara dan juga kampanye SARA,” jelasnya.

Sementara itu dalam sesi tanya jawab bersama Panwaslu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit, Muchtar Bagus, sempat memberi masukan pada pihak Panwaslu Kabupaten Jombang dalam keikutsertaan pengawasan proses demokrasi. Salah satunya proses pengawasan dalam pendistribusian logistik.

“Ternyata proses pengawasan itu banyak ya, selama ini kita tidak pernah tau. Saya berharap kedepan panwaslu juga melibatkan media dalam pengawasan pilkada. Kita siap kok,” kata Jurnalis RCTI Jombang.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed