oleh

Tampil Sendirian, Subaidi Sebut Lakukan Kampanye dor to dor

Jombang – Dua kali debat publik tidak ditemani oleh Pasangan Calon Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko yang saat ini berada dalam tahanan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus dugaan suap. Wakil Paslon nomor urut dua, Subaidi Muchtar terlihat tetap semangat menggantikan peran kepemimpinan incumbent.

“Memang yang kita harapkan pak Nyono bisa bebas dari seluruh persoalan hukum dan saya juga berharap Pak Nyono menjadi Bupati. Karena beliau programnya sangat jelas dan kepemimpinannya jelas, bagus di Kabupaten Jombang,” ungkap Subaidi Muchtar kepada akurasinews.com usai Debat Publik putaran kedua KPU di Gedung Pabrik Gula Jombang Baru, Sabtu (09/06/2018).

Calon Wakil Bupati Jombang yang diusung dari PKB ini juga menampik jika dalam masa kampaye yang kini tinggal 14 hari lagi pada tanggal 23 Juni 2018 kurang terlihat. Menurut Subaidi, pihaknya dan tim pemenangan tetap blusukan, tapi dengan sistem dor to dor dan pada saat ini dunia hura-hura di politik sudah berakhir.

“Kami hari ini dapat dukungan yang baik karena setiap rumah kita ketuk pintunya untuk minta doa restu, Itu yang kami lakukan lebih efektif. Dan hari ini yang dibutuhkan rakyat di Jombang itu adalah kejelasalan tentang masa depan Jombang itu seperti apa, bukan ingar bingar sound kampaye,” tuturnya.

Dengan melakukan sistem berbeda dalam masa kampayenya kali ini, Subaidi tetap optimis dan semangat mememban berat kepemimpinan Nyono Suharli apabila terpilih menjadi Bupati Jombang, yang kurang dua minggu lagi pencoblosan di Pilbup 2018.

“Tetap semangat kalau tida semangat saya sudah tidur dari kemarin. Buktinya tadi saya bisa retorika di atas panggung (debat publik) dan itu saja sudah efekktif,” terangnya.

Sementara itu, dalam mengusung tema ‘Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Permasalahan Daerah’ debat publik putaran kedua yang diadakan KPU Jombang. Meskipun tampil sendiri di atas panggung Wakil Paslon nomor urut dua, Subaidi Muchtar percaya diri menyampaikan visi misinya.

Menurut paslon tersebut, program dalam visi-misi untuk memimpin di lima tahun mendatang lebih kongrit secara strategi dan memberikan konsep pelayanan satu atap atau Mall pelayanan publik, terutama terkait perijinan.

“Kami akan bikin ruang layanan publik, dimana setiap orang bisa mengakses kebijakan-kebijakan anggarannya serta laporan setiap sen dari anggaran APBD. Saya pikir kami lebih kongkrit, karena yang dibutuhkan rakyat hari ini strateginya, seperti apa konsepnya, seperti apa yang saya pikir yang dibutuhkan untuk rakyatnya, bukan retorika,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed