oleh

Tarkait Pengerusakan Atribut Ormas di Pace, Polres Gelar Mediasi, Sepakat Damai, Proses Hukum Lanjut

Nganjuk – Buntut pengerusakan salah satu bendera organisasi masyarakat (ormas) di Desa Batembat Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk yang diduga dilakukan oleh salah satu perguruan silat dan viral di media sosial (Sosmed) Kepolisian Resort Nganjuk mengambil langkah cepat dengan menghadirkan sejumlah pihak.

“Tadi siang kita lakukan pertemuan, baik itu dari PSHT, NU atau Pagar Nusa bersama Forpimcam (Kecamatan Pace,red) dan sejumlah pihak terkait di Mapolres sini,” ujar Kepala Kepolisian Resort  Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta SIK dihubungi akurasinews.com, Senin (25/06/2018).

Adapun hasil pertemuan bersama itu, lanjut Dewa Nyoman, kedua belah pihak (PSHT dan Pagar Nusa) sepakat menempuh jalur damai, “Namun mengenai proses hukum tetap lanjut, dan oleh kedua belah pihak diserahkan ke pihak Kepolisian, intinya seperti itu,” jelasnya.

Untuk saat ini, kata Dewa Nyoman, Kepolisian telah mengamankan sembilan orang yang diduga melakukan tindak pidana pengerusakan, “Belum ditetapkan tersangka, ini masih kita dalami, ada sembilan yang kami amankan,” paparnya.

Seperti diberitakan, aksi tawuran antar pemuda terjadi di Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (24/6/2018). Tawuran antar pemuda itu diketahui dari postingan akun Facebook Kiki Abrianto Janoko. Dalam postingannya, pemilik akun mengunggah sebuah video berisi rekaman sejumlah pemuda yang tengah terlibat tawuran.

Dalam video berdurasi 42 detik tersebut, nampak segerombolan pemuda terlibat saling lempar batu. Bahkan mereka juga meneriakan kata-kata kasar. Video tersebut nampak direkam oleh seorang wanita yang berada tak jauh dari lokasi tawuran.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed