oleh

Tawarkan Tiga Harga Khusus, 212 Mart Bangkitkan Ekonomi Islam Berbasis Syariah

Jombang – Untuk memajukan perekonomian minimarket dengan brand 212 Mart menjadi bisnis waralaba pertama berbasis syariah di Kota Santri. Usaha milik umat muslim yang berawal dari aksi damai 2 Desember 2016 ini, nantinya akan dilakukan Grand Opening bulan depan tepat pada hari Proklamasi Kemerdekaan.

Pada sesi soft opening, Jumat (20/07/2018) kemarin, minimarket ini menawarkan harga grosir bagi pembeli yang ingin mendaftarkan diri menjadi anggota atau investor di Koperasi Syariah 212 Mart.

Ketua Koperasi Syariah 212 Mart Jombang, Siswanto menyampaikan, 212 mart adalah usaha milik umat islam secara berjamaah dengan berbadan hukum koperasi syariah. Menurutnya, minimarket ini uniknya menawarkan tiga harga khusus, bagi yang sudah beranggota KS212 mart, yaitu mendapat harga ritel, harga semi grosir dan harga grosir.

Investasi : 212 Mart mengajak umat muslim untuk menjadi investor dengan menawarkan beragam keuntungan berbasis syariah (Saha)

“Untuk menjadi anggota atau menjadi investor di 212 mart ini, syaratnya pertama muslim serta muslimah dan siap menjadi anggota KS UMI dengan membayar simpanan pokok senilai 22 ribu pertahun, selanjutnya membayar dana investasi atau sukarela minimal 500 ribu dan maksimal 15 juta,” ungkapnya saat ditemui akurasinews.com usai soft opening baru-baru ini.

Selain mendapatkan harga murah lanjut Siswanto, setiap anggota akan dapat Saldo Hasil Usaha (SHU) dari nilai keuntungan saat berbelanja di 212 mart. Usaha tersebut menunjuk distributor center di Koperasi Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Gresik untuk pelaksanaan teknisnya, KS212 Mart di Jombang yang secara kultural cocok berada di Kota santri ini, karena rata-rata masyarakatnya adalah warga Nahdiyin.

“Selain mendapat harga grosir, hak yang didapatkan setiap anggota (investor) tentu juga berhak mendapatkan SHU dan juga diperbolehkan menyuplai produk-produk lokal atau UMKM ke 212 Mart Jombang,” imbuhnya.

Harga Grosir : 212 Mart juga menawarkan harga khusus dan grosir, selain itu minimarket ini juga tidak menjual tiga barang yang tidak sesuai dengan rekomendasi MUI yakni, minuman keras, rokok dan kondom atau alat kontrasepsi yang sering disalah gunakan (Saha)

Selain itu Siswanto juga menjelaskan, ada 3 barang yang tidak dijual di minimarket tersebut yakni, minuman keras, kondom dan rokok. Kemudian setiap terdengar suara Adzan akan tutup selama 15 menit untuk beribadah.

“Kita tidak menjual barang yang tidak halal menurut fatwa MUI, contohnya pertama, minuman keras, alat kontasepsi dan rokok, karena pendapat MUI rokok juga tidak boleh. Kemudian keistimewaan toko kita dalam hal buka tutupnya, kita akan tutup setiap waktu shalat 5 waktu dan tidak melayani konsumen,” terangnya.

Tepat tanggal 17 Agustus 2018, minimarket 212 Mart akan secara resmi digelar Grand Opening. wacana kedepan minimarket ini bisa tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Jombang, supaya bisa memenuhi kebutuhan yang diharapkan masyarakat Nahdiyin.

Satu disetiap Kecamatan : 212 Mart memiliki planning, minimal satu disetiap kecamatan untuk memenuhi kebutuhan umat muslim kota santri (Saha)

“Planning pertama kita kedepannya cukup di setiap Kecamatan minim ada satu toko dan program kedua adalah berkompetisi yang sehat dengan pengusaha-pengusaha lain yang punya prinsip berbeda. Biar masyarakat yang memilih mana yang sesuai dengan selera masing-masing dan kita tetap memilih prinsip bersaing secara sehat,” paparnya.

Dengan adanya KS 212 Mart ini diharapkan dapat memperbaiki dan membangkitkan ekonomi umat Islam dengan berjamaah menghidupkan ekonomi bersama dan 212 mart juga mempunyai filosofi yakni, daripada membeli di toko milik orang lain, lebih baik belanja di toko kita sendiri, harga grosir di 212 Mart menjadi pilihan tepat masyarakat di Kabupaten Jombang.

“Harapannya untuk menghidupkan ekonomi masyarakat Jombang, dengan memakai sistem harga grosir kita bisa memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat Nahdiyin selama ini,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed