oleh

Korban Aremania Alami Gegar Otak, Polres Jombang Terus Lakukan Penyelidikan

Jombang – Orang tua korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh suporter Arema Indonesia, M Fikri Hidayatulloh asal Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, berbuntut panjang, orang tua pelajar SMP Negeri di Kecamatan Diwek ini, meminta pihak Kepolisian Resort Jombang menangkap pelaku penganiyaan.

Ditemui awak media di RSUD Jombang, orang tua korban, Adim (50), mengatakan sangat menyesalkan atas kejadian yang menimpa anak keduanya tersebut. Adim berharap kepada pihak kepolisian agar kedepannya bisa lebih menertibkan lagi suporter-suporter yang dinilai nantinya bisa meresahkan warga di Jombang, seperti yang menimpa putranya sekarang.

“Ya benar-benar menyesalkan, jangan sampai terulang kepada anak-anak lain. Tolong masalah suporter ini ditertibkan oleh pihak berwajib, jangan sampai terulang lagi,” ungkap Adim saat ditemui akurasinews.com di RSUD Jombang, Kamis (26/07/2018).

Sementara itu, Direktur RSUD Kabupaten Jombang, dr Puji Umbaran menjelaskan korban sedang menjalani penanganan medis serius di RSUD Kabupaten Jombang. Untuk kondisi Fikri mengalami gegar otak ringan yang diakibatkan pukulan benda tumpul.

“Ketika kita melakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan yang lain, pasien ini mengalami gagar otak ringan. Kemudian pada lengan kiri terdapat patah tulang. Saat ini pasien sedang kami rawat di ruang HCU (High Care Unit) Asoka,” paparnya.

Rumah sakit terus, lanjut dr Puji Umbaran terus melakukan perawatan terhadap Fikri dan perkembangannya sampai saat ini mulai membaik. “Alhamdulillah perkembangan hari ini, pasien statusnya sudah sadar penuh dan gagar otaknya mulai membaik, tinggal kita perbaiki patah tulangnya,” paparnya.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang, Ajun Komisaris Polisi Gatot Setyo Budi mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari masyaratkat dilokasi kejadian.

“Kita terus melakukan upaya penyelidikan, supaya bisa mengungkap siapa pelaku dari penganiayaan itu. Dari saksi-saksi yang sudah diambil dari Polsek Diwek sudah ada empat orang, yakni dari masyarat sekitar dan juga dari korban sudah diambil keterangan, ” terangnya.

Terkait pengamanan, lanjut AKP Gatot, Polres Jombang sudah berusaha maksimal untuk menjaga situasi yang tidak terkendali. Namun karena terjadi tindak pidana pihaknya terus melakukan penyelidikan sampai nanti mengarah kepada siapa pelaku yang melakukan hal itu.

“Karena dalam hal ini melibatkan orang banyak, jadi nantinya akan berkordinasi dengan Polres Malang. Kemudian kalau sudah jelas mengarah kepada pelaku dan sesuai bukti-bukti, ya kita lakukan upaya hukum dan kita lakukan penangkapan,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed