oleh

Komsos Kreatif, Kodim 0810 Nganjuk Siapkan ‘Peluru’ Bagi Pelajar SMA Sederajat

Nganjuk – Untuk menjalin komunikasi sosial (komsos) kreatif, Komando Distrik Militer 0810 Nganjuk menggelar Lomba hadrah untuk pelajar dan santri pondok pesantren (Ponpes) tingkat SMA sederajat di Gedung Wanita Pemerintah Kabupaten Nganjuk Jalan Yos Sudarso Nganjuk, Rabu (01/08/2018).

Uniknya, karena yang menyelenggerakan Kodim, 23 group hadrah memperebutkan piala berbentuk peluru. “Karena menggelar lomba ini Kodim, hadiahnya piala berupa peluru, piagam dan uang pembinaan bagi para juara nanti,” ujar Dandim 0810 Nganjuk Letkol Arh Sri Rusyono kepada akurasinews.com di sela-sela lomba hadrah.

Komsos Kreatif : Komandan Kodim 0810 Letkol Arh Sri Rusyono menjelaskan lomba hadrah dan melukis digelar sebagai upaya menjalin kumunikasi sosial dan kreatif dengan pelajar SMA sederajat (Bima)

Dandim menjelaskan, selain menggelar lomba hadrah panitia kegiatan komunikasi sosial kreatif ini juga menyelenggarakan lomba melukis yang akan dilaksanakan pada Kamis (02/08/2018), “Lokasinya tetap disini di Gedung Wanita untuk lomba melukis besok,” jelasnya.

Dipilihnya lomba hadrah, sebagai salah satu langkah untuk menggali potensi budaya, meskipun musik hadrah bukan asli dari Indonesia, tetapi dalam perkembangannya musik hadrah sangat tenar, seiring perkembangan walisongo di pulau Jawa.”Itu sangat mengispirasi perkembangan islam di Indonesia,” papar Letkol Arh Sri Rusyono.

Persiapan : Salah satu group peserta lomba hadrah berkostum setelan jas lengkap dengan peci sebagai ciri khas santri persiapan memainkan musik hadrah (Bima)

Untuk itu, lanjut Sri Rusyono generasi muda diharapkan bisa memainkan dan mengembangkan musik hadrah, karena seni musik ini merupakan musik religius, puji-pujian kepada Allah SWT dan Sholawat kepada Nabi besar Muhammad SAW, dimana masyarakat Indonesia sebagian besar beragama islam. Dan agar musik hadrah ini tidak hanya dimainkan dilingkup madarasah dan pesantren saja, dan kita berupaya bagaimana supaya musik hadrah ini bisa tenar di masyarakat umum. “Maka dari itu kita gelar kegiatan lomba hadrah ini,” jelasnya.

Lomba hadrah dan melukis tersebut mengambil tema ‘Melalui Kemanunggalan TNI-Rakyat Kita Wujudkan Cegah Tangkal Radikalisme’ ini diharapkan dapat memberi pemahaman tentang paham radikalisme dan upaya menangkal radikalisme. “Bahwa musik hadrah ini ada ciri budaya dan pada dasarnya radikalisme itu sangat anti dengan budaya,” pungkas Letkol Arh Sri Rusyono.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed