oleh

3 Pelaku Pengeroyokan Ditangkap, 5 Suporter Aremania Buron

Jombang – Belum genap sepekan aksi kejadian pengeroyokan suporter Aremania terhadap M Fikri Dayatullah (15) asal Desa Godong Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, di jalan Dusun Sukopur Desa Kwaron Kecamatan Diwek, Jombang. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Jombang, berhasil meringkus tiga dari delapan pelaku pengeroyokan suporter Jombang pada Rabu (25/07/2018) malam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Jombang, Ajun Komisaris Polisi Gatot Setyo Budi, mengungkapkan, empat hari setelah peristiwa pengeroyokan. Tim unit Resmob Polres Jombang berhasil tiga pelaku yang merupakan oknum suporter Aremania.
Tiga pelaku yang sudah diamankan itu diantaranya, Agus Susilo (26) warga Jalan Tapak Siring gang 2, nomor 43, RT 05/RW08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Adi Setiawan (25) warga Jalan Tapak Siring nomor 28B, RT06/RW08, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan Hekmawan Muharam Akhsandi (19) warga Jalan Kaliurang Barat gang 1, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

“Setelah berkoordinasi dengan Polres Malang dan terus melakukan penyelidikan selama tiga hari, sesuai dengan bukti-bukti mengarah kepada para pelaku. Kami berhasil mengamankan tiga pelaku, pada sabtu (28/07/2018) sekitar pukul 16.30 WIB di Jalan Kaliurang Barat, Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Malang. Selain itu masih ada 5 pelaku lainnya yang saat ini masih buron, tapi dari tim unit kami sudah mengantongi identitas mereka,” ungkap AKP Gatot Setyo Budi kepada akurasinews.com dihubungi via seluler, Minggu (29/07/2018).

AKP Gatot juga menjelaskan, awal kejadian tersebut bermula ketika kelompok suporter Arema Indonesia (Aremania) sedang dalam perjalanan pulang usai menonton pertandingan PSID Jombang melawan Arema Indonesia berakhir dengan skor 5-1 atas tuan rumah, di Stadion Merdeka, Jombang, rabu (25/07/2018). Saat berada di jalan raya Desa Kwaron, rombongan pelaku (suporter Aremania) bertemu dengan korban (Fikri) memakai baju Kesebelasan sepak bola Persib Bandung yang hendak menyebrang jalan. Begitu ketemu para pelaku yang mengendarai sepeda motor serta mobil langsung berhenti turun memukuli korban secara bersamaan. Kemudian, karena merasa mendapat pengawalan dari Kepolisian, para pelaku meneruskan perjalanan pulang ke Malang.

“Informasi yang kita himpun, dari keterangan sejumlah saksi-saksi atas pengeroyokan itu. kami berhasil mengetahui identitas serta ciri-ciri pelaku. Kemudian kemarin hari sabtu kita baru menangkapan 3 pelaku suporter itu, dan terduga pelaku lainnya yang saat ini masih DPO yakni, RN (24) asal Kedung Kandang, Malang Kota, AD (26) asal Desa Kebonagung, Kecamatan Sukun, Malang Kota serta AF (22), JUNET (22), dan HKM (23) berasal dari Kota Malang,” jelasnya

Atas perbuatannya terhadap Fikri yang masih duduk di bangku SMP Negeri 1 di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, ketiga pelaku harus mendekam di Mapolres Jombang. “Akibat pengeroyokan itu, ketiga pelaku kami kenakan dengan Pasal 170 KUHP dan atau melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap anak sesuai Pasal 80 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, salah satu suporter pendukung Arema Indonesia (Aremania) kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit saat Pertandingan Liga 3 Regional Jawa Timur, yang mempertemukan antara PSID Jombang melawan Arema Indonesia berakhir dengan skor 5-1 atas kemenangan tuan rumah berjuluk ‘Laskar Kebo Kicak’ di Stadion Merdeka, Jombang, rabu (25/07/2018). Anggota Polres Jombang berhasil mengamankan suporter berinisial MR asal Blimbing, Malang, saat hendak masuk di Stadion kedapatan membawa senjata tajam yang digulung dibendera spanduknya.

Menurut Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi, tersangka MR membawa sajam itu untuk berjaga-jaga, karena pernah menjadi korban dari suporter lainnya pada waktu mendukung tim kebanggaannya di Kabupaten Trengalek. Akibat membawa senjata tajam jenis celurit yang sengaja diselipkan ke dalam bendera yang dibawanya. Atas perbuatannya MR harus mendekam di Mapolres dan dijerat dengan Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed