oleh

Demo, Puluhan KomPACjo Tuntut Mundur Ketua PDIP Jombang

Jombang – Puluhan massa dari kader internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang tergabung dalam Komunitas Pengurus Anak Cabang Jombang (KomPACjo) menggelar aksi demo di halaman kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Jombang Jalan Brigjen Katamso, Selasa (31/07/2018)

Massa yang terdiri dari 21 Pengurus Anak Cabang (PAC) ini, terlebih dahulu berkumpul di alun-alun Jombang, selanjutnya puluhan massa bergerak menuju ke kantor DPC PDIP dengan kompak mereka mengenakan kaos dengan tagline  #2020 Ganti Ketua DPC.

Internal : Perwakilan KomPACjo diterima Ketua DPC PDIP Jombang Marsaid (Saha)

Sesampainya di lokasi, secara bergantian perwakilan massa berorasi memprotes, menuntut mundur Ketua DPC PDIP Jombang, Marsaid, setelah calon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih kalah, baik dalam Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Jatim dan Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Jombang 2018.

“Harusnya Marsaid mencontoh Ketua DPC PDIP Madiun yang berani bertanggung jawab atas kekalahan dan rela untuk mengundurkan diri,” ungkap  Handoyo selaku Pengurus PAC PDIP Jombang.

Menurut Handoyo juga menyampaikan tuntukannya yakni, selama kepemimpinan Marsaid, DPC dianggap tidak melakukan keterbukaan anggaran partai sekaligus pengelolaan anggaran yang tidak jelas arahnya. Selain itu, pihaknya menganggap, DPC tidak melakukan konsolidasi terkait dengan proses pemilihan Gubernur Jawa Timur dan pemilihan Bupati Jombang sehingga baik pemilihan gubernur dan pemilihan Bupati calon yang diusung PDI Perjuangan mengalami kekalahan.

Kemudian, DPC tidak melakukan penjaringan calon legislatif secara terbuka dan tidak mengindahkan peraturan partai terkait pencalegan sesuai peraturan partai nomor 25 A Tahun 2018.  “Yang bersangkutan juga menggunakan fasilitas partai yang tidak sesuai hanya untuk kepentingan pribadi,” paparnya.

Ditemui : Ketua DPC PDIP Jombang, Marsaid saat menemui puluhan aksi KomPACjo di depan kantor DPC PDIP Jombang di Jalan Brigjen Katamso, Desa Pulo, Kecamatan/Kabupaten Jombang (Saha)

Handoyo juga menambahkan, KomPACjo bertekad mengawal instruksi Ketua Umum PDIP Megawati, yang pada pidato yang dilakukan di Surabaya dan Madiun bahwa jika dalam proses pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2018 jika calon pasangan yang diusung PDIP Perjuangan kalah, maka harus mengundurkan diri atau dipecat. “Kita mengamankan instruksi dari bu Mega (Megawati). Ini yang terpenting,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Jombang, Marsaid, sesudah menemui perwakilan dari KomPACjo secara internal di kantor PDIP, pihaknya menampik atas tuduhan ketidakterbukaan anggaran keuangan partai. “Jangankan bulanan, harian pun keuangan partai bisa dicek,” jelasnya.

Saat disinggung terkait kekalahan terhadap pasangan yang diusung khususnya pada Pilbup, Marsaid  mengaku telah menjalankan mesin partai dengan maksimal mungkin pada Pemilihan Daerah tersebut. Kemudian, terkait tuntutan mundur sebagai Ketua DPC PDIP Jombang, Ketua DPC Jombang ini dengan tegas langsung menolaknya.

“Tidak bisa menyalahkan sepihak-sepihak, karena pilkada disamping partai juga figur juga menentukan. Kalau terkait pidato ibu ketua umum itu sebagai sebuah cambukan, dimana kita harus kerja keras dan gotong royong. Maka itu untuk tuntutan mundur terhadap saya, saya serahkan ke DPP saja,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed