oleh

Haul ke-47, Tauladani Semangat Kebangsaan dan ‘Syubbanul Wathan’ karangan Mbah Wahab

Jombang – Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, KH Hasib Wahab atau Gus Hasib yang juga selaku Pengurus PBNU dan salah satu tokoh ulama menceritakan, Mbah Wahab benar-benar melakukan pergerakan kebangsaan sebelum Indonesia merdeka. Saat berada di Haul ke-47 KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang.

“Pergerakan (kebangsaan) Mbah Wahab di Surabaya pada tahun 1914 sampai 1926. Pergerakan beliau adalah, pergerakan untuk kebangsaan, untuk tanah air,” ungkap Gus Hasib kepada Akurasinews, usai acara Haul ke-47 KH Wahab Hasbullah, selasa (24/07/2018) malam.

Dihadiri puluhan ribu orang, baik dari kalangan Kyai, Ulama, serta dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang, beserta para santriwan maupun santriwati dan masyarakat di lingkungan Ponpes, Gus Hasib menyampaikan, bahwa Mbah Wahab merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) serta pahlawan Nasional yang dikenal karena spirit pergerakan kebangsaannya.
Kemudian Gus Hasib juga mengatakan, salah satu bentuk nyata pergerakan kebangsaan yang dilakukan oleh Mbah Wahab saat itu adalah dengan menciptakan lagu dalam bahasa arab yang berjudul, ‘Syubbanul Wathan’ (Pemuda Cinta Tanah Air).

“Lagu Syubbanul Wathan itu adalah asli karangan Mbah Wahab, dengan menciptakan lagu berbahasa arab, yang dikira sholawat mungkin oleh tentara Belanda, akhirnya ‘ndak’ apa-apa. Padahal isinya adalah menyemangati pemuda-pemuda Indonesia supaya melawan penjajahan,” terangnya.

Gus Hasib yang juga merupakan putra KH Wahab Hasbullah itu menggambarkan, sosok Mbah Wahab merupakan sosok yang komplit. Dalam arti, memiliki kemampuan yang lengkap seperti dalam bidang ilmu agama, seni, serta ilmu kesaktiannya dalam ilmu bela diri pencak silat. Selain itu, hal senada dengan Gus Hasib, Adik Kandungnya, yang juga putri Mbah Wahab, Nyai Hj Mundjidah Wahab mengungkapkan, semangat kebangsaan Ayahandanya Mbah Wahab, bisa dapat dijadikan suri tauladan bagi para generasi muda saat ini.

“Isi-isi pancasila saja sekarang ini sudah diabaikan. Sehingga banyak anak-anak muda yang terlibat dalam kasus kriminal. Sehingga saat ini perlu kita tumbuhkan kembali semangat sebagai warga negara Indonesia. Kita harus pertahankan NKRI dan menghayati serta mengamalkan sila-sila dalam Pancasila,” terangnya.
Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed