oleh

Rekruitmen Tenaga Pendukung Diperebutkan Ratusan Pendaftar

Jombang – Ratusan warga kota santri melamar lowongan tenaga pendukung untuk kebutuhan pemilihan umum (pemilu) 2019, yang dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang. Namun kebutuhan yang disediakan KPU hanya 12 orang dari 170 pelamar.

Proses penerimaan dibuka mulai Rabu (01/08/2018) kemarin, dan hasil seleksi diumumkan Sabtu (04/08/2018). Menurut Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), M Fathoni, sesuai dengan surat edaran KPU RI tentang rekruitmen tenaga teknis atau tenaga pendukung tahapan Pemilu 2019, KPU daerah diminta untuk merekrut tenaga pendukung.

Rekruitmen : Komisioner KPU Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), M Fathoni diwawancarai akurasinews.com di Kantor KPU Jombang, terkait rekruitmen tenaga pembantu Pemilu 2019 (Saha)

“Pendaftarnya ada 170 orang. Dari 170 pendaftar, tinggal 130 yang lolos ke tahap seleksi wawancara. Kebutuhannya 12 orang saja,” ungkap Fathoni saat diwawancarai akurasinews.com di kantornya di Jalan KH Romly Tamim, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (04/08/2018).

Fathoni menjelaskan, nantinya para tenaga pendukung akan bertugas membantu di setiap divisi di KPU. Sedangkan masa tugas tenaga pendukung sendiri nantinya akan berakhir ketika Pemilu 2019 berakhir.

“Mereka membantu memback up di setiap divisi-divisi, misalnya divisi teknis, hukum, SDM dan parmas. Untuk Pilkada kemarin, ada 15 tenaga pendukung dan sudah habis masa tugasnya per 30 Juli 2018. Kalau Pemilu 2019, kita cuma 12 orang yang kita rekrut,” paparnya.

Daftar Hadir : Salah seorang Peserta seleksi rekruitmen tenaga pembantu Pemilu 2019 mengisi daftar hadir (Saha)

Sementara, Putri Setyowati (23), salah seorang pendaftar asal Kecamatan Bandar kedungmulyo mengaku memilih ikut seleksi tenaga pendaftar karena belum memiliki pekerjaan. Kemudian pada sesi wawancara yang digelar, Jum’at (03/08/2018) kemarin. Adapun dalam test seleksi wawancara tenaga pendukung ini, ia merasa optimis masuk meskipun yang diambil hanya 12 tenaga pendukung.

“Semoga bisa masuk di KPU mas. Saya mendaftar sebagai tenaga pendukung Pemilu 2019 dan saya ingin tahu seberapa kompetensi yang saya miliki selama kuliah D3 jurusan tehnik informatika dan hari ini tinggal menunggu hasil pengumumannya, yang masuk di KPU sebagai tenaga pendukung,” pungkasnya.

 

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed