oleh

Empat CJH Batal Berangkat ke Tanah Suci

Jombang – Tiga calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jombang batal diberangkatkan ke tanah suci Makkah. 4 CJH yang tidak berangkat diantaranya dari kloter 78, ada 2 jemaah salah satunya di mutasi ke Mojokerto Kota, sedangkan 2 jemaah lainnya berada kloter 79.

Dari pantauan Akurasinews.com, pemberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Rombongan pertama CJH Jombang kloter 78 yang sejumlah 225 CJH secara resmi telah diberangkatkan oleh Wakil Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab serta didampingi KH Hasib Wahab dan  Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, di  Pendopo Kabupaten Jombang, Minggu (12/08/2018) pukul 16.00 WIB.

Doa : KH Isrofil Amar membacakan doa kepada seluruh CJH Jombang saat berada di Pendopo Kabupaten Jombang (Saha)

“Seluruh jemaah yang kita berangkatkan ada 3 kloter, untuk kloter pertama (kloter 78) sebenarnya sejumlah 227 dan yang dua wafat. Tapi yang satu itu sudah diganti oleh ahli waris. Sebenarnya masuk pada pemberangkatan kloter 78, ternyata pengurusan paspornya tidak bisa dan visa nya tidak turun,” ungkap Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Abdul Haris saat ditemui sejumlah awak media di Pendopo Kabupaten Jombang, Minggu (12/08/2018).

Menurutnya, pada proses penggantian ahli waris itu baru diberlakukan tahun 2018. Sehingga  masih perlu pendalaman lagi bagi calon jemaah haji yang kebetulan digantikan oleh ahli warisnya. “Dari total yang tidak berangkat ada tiga jemaah. Tetapi untuk satu jemaah pemberangkatannya di mutasi ke Kota Mojokerto, jadi yang tinggal hari ini itu 225 dari terlapor awal 227,” jelasnya.

Ciuman Bahagia : Salah satu Jemaah Jombang berpamitan kepada putrinya sebelum berangkat menuju Ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, saat berada di halaman Pendopo Kabupaten Jombang (Saha)

Di Arab Saudi Banyak Penipu

Abdul Haris juga menghimbau kepada seluruh masing-masing jemaah harus berhati-hati, sebelum berangkat ke tanah suci Makkah. Pihaknya baru-baru ini memperoleh informasi bahwa saat ini banyak penipuan-penipuan yang terjadi di Arab Saudi.

“Penipuan ini, disinyalir dilakukan oleh para Mukimin (yang bermukim di Mekkah) disana, dengan cara  gendam, pencopetan, atau penipuan dengan modus, jemaah haji diajak untuk dibantu supaya bisa mencium Hajar Aswad. Tapi kenyataan setelah mencium, malah dikenakan tarif-tarif tertentu,” paparnya.

Haru : Seorang pengantar Jemaah haji terlihat berwajah sembab ketika melihat bus pengantar jamaah CJH diberangkatkan dari depan pendopo Kabupaten Jombang (Saha)

Dalam pemberangkatan CJH 2018, Kepala Kemenag Jombang mengharapkan, pertama untuk CJH Kabupaten Jombang supaya berhati-hati betul kepada para Mukimin atau orang-orang yang tidak dikenalnya, dengan menawarkan jasa-jasa untuk memberikan bantuan layanan apapun kepada jemaah haji.

“Kemudian yang kedua, itu banyak jemaah kita dari Indonesia, bukan dari Jawa Timur atau Jombang itu yang telah sampai disana tidak memahami kesehatan, sehingga ketika saat berada di Masjidil Haram. Alas kaki (sandal) hilang itu diteruskan keluar, sehingga banyak mengalami luka kaki terbakar atau melepuh,” terangnya.

Absen : Ketua rombongan CJH Jombang dari kloter 78, saat mengabsen jemaah di bus nomor 8 yang berada di halaman Pendopo Kabupaten Jombang (Saha)

Perlu diketahui sebelumnya, Kemenag Kabupaten Jombang memberangkatkan 1.117 dengan  jumlah CJH laki-laki 486 dan perempuan 631 ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, dengan begitu mereka juga sudah dinyatakan istitha’ah (mampu) mengikuti rangkaian ibadah haji dari sisi fisik dan kesehatan. Hanya saja 431 CJH lansia diimbau untuk waspada sebab mereka berisiko.

“Sesudah koper CJH diberangkatkan pada minggu (12/08/2018) pagi dan sore memberangkatkan kloter 78 di Pendopo Jombang. Untuk kloter berikutnya, 79 dan 90 yang berjumlah 889 CJH akan diberangkatkan Senin (13/08/2018) pukul 05.00 WIB, kita targetkan jam 7 sudah sampai di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed