oleh

Kuli Bangunan Tewas Tertimpa Tembok Sekolah

Jombang – Seorang kuli bangunan bernama Paeran (50) warga Dusun Pucangrejo Desa/Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang tewas setelah tertimpa tembok Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Wonosalam, Jombang. Saat bekerja membangun pondasi.

Menurut keterangan saksi, ada 3 orang kuli bangunan sedang bekerja melakukan pengalian tanah untuk pembuatan pondasi bangunan, ketepatan korban berada di bawah tebing pondasi bangunan lama yang tingginya sekitar 3 meter, tiba-tiba secara mendadak tembok roboh karena kondisinya sudah agak rapuh hingga menimpa korban.

Korban : Petugas Kepolisian melakukan visum et repertum di Puskesmas Wonosalam, Jombang. (Saha)

“Kejadian ini memang musibah dan ini sudah takdir dari Allah. Tadi di lokasi ada 3 orang pekerja tapi alhamdulillah beruntung 2 orang pekerja lainnya selamat dan tidak mengalami luka meskipun jaraknya berdekatan saat melakukan pengalian tanah untuk pondasi ruang sekolah yang dibangunnya,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Wonosalam, Ajun Komisaris Polisi Sugeng, saat ditemui akurasinews.com di Mapolsek Wonosalam, Jum’at (10/08/2018).

Menurut AKP Sugeng, sekitar pukul 10.00 WIB telah terjadi kejadian kecelakaan kerja atau kuli bangungan saat dalam melakukan pondasi bangunan kelas di SMK Negeri 1 Wonosalam, Jombang. Sebelum roboh, para saksi tak menyangka bila lantai bangunan lama itu roboh ke seluruh tubuhnya. Kemudian, setelah roboh, saksi pekerja dapat menyelamatkan diri, tetapi korban tidak bisa menyelamatkan diri dan akhirnya tertimpa reruntuhan lantai tembok.

Tinjau : Kapolsek Wonosalam, AKP Sugeng menunjuk lokasi korban reruntuhan tembok di SMKN 1 Wonosalam, Jombang. (Saha)

Beberapa menit kemudian, guru sekolah dan teman pekerja langsung melapor ke Kepala Desa dan diteruskan ke Polsek Wonosalam. Menurut Kapolsek Wonosalam, AKP Sugeng, mengaku kejadian ini murni kecelakaan kerja, tidak ada unsur kesengajaan. Saat korban sudah dievakuasi dibawa ke Puskesmas Wonosalam dan dinyatakan Meninggal dunia.

“Untuk penyelesainnya perkaranya yang menimpah korban sudah diselesaikan secara kekeluargaan saja, karena itu musibah tidak ada unsur sengaja. Kemudian dari keluarga sudah menerima dan korban telah dimakamkan,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed