oleh

Pembunuhan di Makam Jogoroto, Tersangka Butuh Biaya Nikah dan Sakit Hati

Jombang – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang terus melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Sodikin alias Dikin (23) warga RT 03, RW 01 Desa Ngentak Desa Sukosari Kecamatan Jogoroto, pelaku pembunuhan dengan korban Junaidi (19) warga Dusun Plemahan, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro. Dari hasil pmeriksaan semula tersangka hanya mengakui membutuhkan sejumlah uang untuk persiapan pernikahan.

“Namun setelah kami interogasi, tersangka mengaku juga menyimpan rasa cemburu dan sakit hati terhadap korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jombang  AKP Gatot Setyo Budi saat melakukan pers rilis di Mapolres Jombang, Kamis (23/08/2018).

Rasa cemburu itu, kata Gatot, karena korban disebut pernah mengirim pesan singkat kepada pacar tersangka. “Korban pernah mengirim SMS yang isinya meminta pacar korban ‘pacarmu tak pek’e ae (pacar kamu buat saya saja, bahasa jawa),” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Gatot, tersangka saat itu juga terdesak biaya keperluan rapak ke KUA pada Selasa (21/08/2018), sehingga membuat tersangka gelap mata. “Karena tidak ada alternatif (mencari uang) akhirnya tersangka melakukan perbuatan sadisnya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Sumbersari Desa Sukosari Kecamatan Jogoroto mendadak heboh setelah ditemukan mayat pemuda di makam tua Mbah Mblawu, Minggu (19/08/2018). Ketika ditemukan di tubuh korban terdapat luka tusukan senjata tajam di bagian dada, perut dan punnggung. “Tersangka  menjual handphone milik korban dengan harga Rp 500.000,- dan mengadaikan sepeda motor Honda Beat korban Rp 1.500.000 kepada temannya,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP tentang pembunuhan berencana dan perampokan. “Ancamannya adalah hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup,” pungkas Gatot.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed