oleh

Kepentingan Nasional di Balik Eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc

Jombang – Pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi milik negara diyakini mampu mendukung upaya penguatan ketahanan energi Nasional. SKK Migas dan Lapindo Brantas Inc bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, menggelar Seminar Nasional  dengan tema ‘Kelancaran operasi Hulu Migas dan Dampaknya bagi ketahanan Energi Nasional’ di Gedung Pasca Sarjana Kampus UNDAR, Jalan Gus Dur Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jum’at (07/09/2018).

Menurut Bambang Handoko, perwakilan dari Lapindo Brantas Inc mengatakan, pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi milik negara, bertujuan memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk kemakmuran rakyat. Kali ini, Lapindo sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam membangun kemandirian energi migas, akan terus mendukung penuh kegiatan ini, karena aktivitas eksplorasi yang dihasilkan tidak hanya gas saja, namun mineral dan yodium.

“Adanya eksplorasi di wilayah tersebut diharapkan ada multiplierr efect terhadap perusahaan-perusahaan lainnya dan mampu menunjang perekonomian,” ungkap Bambang saat seminar nasional yang bertema ‘Kelancaran operasi Hulu Migas dan Dampaknya bagi ketahanan Energi Nasional’ di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Darul Ulum, Jombang, Jum’at (07/09/2018).

Berbagai macam elemen masyarakat yang hadir dalam seminar tersebut juga mendukung rencana SKK Migas bersama PT Lapinda Brantas Inc tersebut, dukungan itu diantaranya diutarakan oleh Toyo seorang aktivis dan wiraswasta penjual kopi, Indah seorang penjahit, kemudian Ketua Forsilad, Diyak, dan Nur Maryamah seorang ibu rumah tangga, juga sangat mendukung kegiatan eksplorasi di desanya itu.

Menurut mereka, kegiatan eksplorasi ini sangat bermanfaat bagi anak cucu di masa yang akan datang.
“Saya pribadi mendukung kegiatan pengeboran itu dan saya sejujurnya ingin saat sebelum pengeboran, warga itu dibimbing dan diberikan pengetahuan lebih tentang eksplorasi yang dimaksud. Dan saya ingin, ketika nanti itu berhasil, desa ini jadi desa yang maju dan mandiri. Kalau begitu kan nanti bisa enak, warga bisa hidup sejahtera, tanpa ada kekurangan,” papar Nur Maryamah selaku Ibu Rumah Tangga.

Ketua Forsilad, Diyak juga mengungkapkan, banyak yang mendukung dalam pengeboran Lapindo di Kecamatan Kesamben, terbukti banyak warga yang ingin membantu seperti dalam acara pengajian salah satunya.

“Itu merupakan bukti warga banyak yang hadir, dan bahkan siap menjadi panitia dalam acara pengajian. Untuk eksplorasi saya mendukung penuh karena niatnya baik dan bermanfaat untuk warga sekitar,” jelas Diyak yang juga berprofesi sebagai jurnalis.

Hal senada juga disampaikan oleh, Kepala Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Kholid, dia bersama perangkat mendukung penuh rencana kegiatan eksplorasi pengeboran di desanya. Menurutnya kegiatan ini merupakan kepentingan Nasional yang nantinya memberikan dampak positif bagi warga Desa Blimbing. Seperti pemberdayaan masyarakat. “Dan kita berharap Lapindo Brantas dapat memberdayakan masayarakat setempat dan mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.

Perwakilan dari warga ini, berharap diluar aktivitas eksplorasi Lapindo, warga setempat bisa diberikan skill dan knowledge menjadi pekerja terampil.”Menjahit, merajut, atau apa yang kira-kira bisa menambah pengetahuan saya, terutama membantu perekonomian suami,” terangnya.

Sementara itu Forwapala, Syafii juga mengingatkan Lapindo memikirkan baik buruknya dan harus meningkatkan kualitas keamanan serta kualitas kerja kegiatan eksplorasinya tersebut. Syafii berharap dengan adanya aktivitas ini pihak Lapindo juga harus memperhatikan efek lingkungan yang ditimbulkan oleh pengeboran tersebut.

“Selain itu harapan saya, Lapindo juga memberikan tanggung jawab dan bantuan sosial kepada masyarakat yang merata. Bermanfaat untuk warga dan tidak melupakan warga setelah aktivitas pengeboran nanti. Pengajian dan shalawat bersama ini saya turut senang dan mendukung penuh kegiatan ngaji bersama ini, agar proses aktivitas pengeboran lancar dan tidak menimbulkan masalah. Semoga manfaat yang baik yang kami dapat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sejumlah narasumber yang hadir dalam seminar tersebut antara lain, Handoko Teguh dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Jawa Timur. Seminar ini dipandu Novy Setia Yunas yang merupakan Dosen FISIP (FISIPOL) Undar. Para narasumber menyoroti adanya kebutuhan energi di Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Ketahanan energi akan bisa diwujudkan jika masyarakat dan seluruh stakeholder memahami akan pentingnya Kebutuhan Energi bagi Indonesia

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed