oleh

Gandeng Bekraf, Suryo Alam Atasi Masalah Permodalan Pelaku Ekraf Kota Santri

Jombang – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Anggota Komisi X DPR-RI, Mohammad Suryo Alam, mengajak para pelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) di Jombang mengatasi persoalan Permodalan dengan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah. Untuk itu, Politisi Partai Golongan Karya tersebut memberikan dukungan kepada pemerintah daerah (Pemda) dengan BeKraf  dalam membuat memorandum of understanding (MoU).

Dengan menggelar acara bertajuk ‘Workshop Pemanfaatan Data dan Strategi Usaha’ di Hotel Yusro, Kabupaten Jombang. BeKraf mengajak para pelaku usaha ekonomi kreatif, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lingkup Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Jombang untuk mengulas segala permasalahan pelaku Ekraf.

Workshop : Anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam memberikan pemaparan di acara Workshop bertajuk ‘ Pemanfaatan Data dan Strategi Usaha’ di Hotel Yusro, Kabupaten Jombang (Saha)

Menurut Anggota Komisi X DPR-RI, Mohammad Suryo Alam, keberadaan BeKraf yang saat ini berada di pusat (Jakarta) nantinya, bisa menunjang persoalan permodalan atau dalam persoalan lain dengan melibatkan pemerintah daerah (Pemda) setempat.

Dukungan itu telah disepakati dengan Memorandum of  Understanding (MoU), antara pihak Bekraf dan Pemda setempat. “Kita sudah adakan tiga kali di Jombang, saat ini kita sudah mulai masuk teknis sesi pertanyaan, ada usulan, ada pengajuan dan kita bisa pertemukan langsung ke Pemerintah Pusat. Hari ini kita focus di permodalan, bagaimana menambah modal atau mencari modal, baik pada badan penyedia permodalan ataupun bantuan dari pemerintah, karena kita juga perlu di endors, ” ungkap Anggota Komisi X DPR-RI, Mohammad Suryo Alam, kepada akurasinews.com di Hotel Yusro Jombang, Sabtu (22/09/2018).

Dengan digelarnya acara tersebut, Suryo Alam mengaku saat ini, pelaku usaha ekonomi kreatif  mendapat respon positif. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya komunitas-komunitas para pelaku usaha ekonomi kreatif, yang sudah terbentuk.

Bersama : Anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam berfoto bersama dengan pelaku usaha ekonomi kreatif usai membuka acara bertajuk tema ‘Workshop Pemanfaatan Data dan Strategi Usaha’ di Hotel Yusro, Kabupaten Jombang, Sabtu (22/09/2018). (Saha)

“Setidaknya sarana untuk komunikasi atau diskusi di Jombang sudah ada dan saya juga ada di group-group itu, ya bebas saja, karena itu dari masyarakat untuk masyarakat. Maka semua digabung jadi satu atau sendiri-sendiri itu tergantung kebutuhannya masing-masing dan sebaiknya ada komunitas supaya bisa memudahkan bergerak bersama daripada sendirian,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bagian Peraturan Perundang-Undangan Bekraf, Franc Orlando, memaparkan bahwa, memang selama ini ada 5 kendala yang sering dialami oleh pelaku usaha ekonomi kreatif. Jadi pihaknya perlu memberi strategi usaha untuk mengatasi hal itu, salah satunya kerjasama dengan Pemda.”Kolaborasi kita dengan Dewan, lembaga riset, dan pemerintah kabupaten atau kota, itu sangat efektif,” papar Franc saat mengisi sambutan di kegiatan workshop.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas), Masduqi Zakaria, mengatakan, pasca masuknya Bekraf  ke Jombang, pihaknya bisa menghimbau kepada para pelaku usaha untuk menindak lanjuti kegiatan tersebut. Tujuannya supaya program yang selama ini berada di pusat, khususnya di BeKraf bisa memberi dampak positif kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif di kota santri ini.

Workshop : Anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam memberikan pemaparan di acara Workshop bertajuk ‘ Pemanfaatan Data dan Strategi Usaha’ di Hotel Yusro, Kabupaten Jombang (Saha)

“Karena kegiatan itu tidak bisa muncul dengan tiba-tiba, butuh usulan, yang masuk dalam perencanaan. Selama ini bekraf belum menerima usulan dari panjenengan, maka harapan kami setelah kegiatan ini, ada usaha yang terbentuk,” terang Masduqi.

Dengan masuknya BeKraf, Masduqi juga mengharapkan, dilakukan penyusunan proposal untuk kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif. Kemudian selesai workshop ini juga ada usulan yang bisa di akomodir oleh BeKraf maupun dari Pemda.

“Program itu bukan Top down tapi berupa usulan untuk mereka (pelaku usaha ekonomi kreatif). Dalam pengajuan itu nantinya bisa memberi usulan berkaitan dengan pelatihannya atau usulan peralatan usaha yang menunjang usaha mereka. Sebenarnya dalam kesempatan hari ini, yang kami harapkan adalah usulan untuk bisa memberi kebutuhan-kebutuhan yang bisa menunjang pelaku usaha ekonomi kreatif yang baik di Jombang,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed