oleh

Komitmen Tingkatkan Perekonomian, Lapindo Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Jombang – Untuk mendorong ekonomi kreatif di kalangan kaum perempuan, Lapindo Brantas Inc bersama komunitas UMKM Jombang menggelar pelatihan kewirausahan mengolah keripik tempe di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Pelatihan ini diikuti 45 peserta yang rata-rata berkecimpung dalam dunia usaha home industri pengolahan tempe. Pelatihan yang diisi dengan beberapa materi tentang tata cara pemasaran dari produk yang dihasilkan.

Selain materi, peserta pelatihan juga praktik langsung cara pengolahan kripik tempe menjadi produk siap jual. Dalam acara itu, para peserta di Desa Blimbing juga diberikan pemahaman soal bagaimana membangun branding sebuah produk, hingga menjalin komunikasi bisnis dalam strategi pengembangan.

“Di sini banyak home industri tempe. Jadi melalui pelatihan membuat kripik tempe, kami harap bisa menyuplai potensi produktivitas ekonomi kreatif desa yang sudah ada. Ini bagian dari komitmen kami, agar ke depan kesejahteraan ekonomi warga bisa berkembang secara berkelanjutan,” ungkap Humas Lapindo Brantas Inc, Fifin Fithriani, saat membuka acara pelatian di Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jumat (05/10/2018).

Menurut penjelasan Fifin, sasaran pelatihan wirausaha ini adalah ibu-ibu hingga remaja khususnya perempuan. Kemudian para peserta juga mendapat skill dan pengetahuan kewirausahaan, diharapkan berdampak secara langsung pada peningkatan produktivitas dan laju pemberdayaan ekonomi.

“Program ini merupakan wujud kepedulian Lapindo pada warga Desa Blimbing, khususnya para perempuan untuk menumbuhkan peluang berwirausaha. Ini bagian dari wahana transformasi pembentukan sumber daya manusia yang ada agar menjadi lebih kreatif, inovatif, kompetitif, serta memiliki visi dan misi,” imbuhnya.

Selain membuka wawasan dan kreativitas para kaum ibu, di pelatihan kripik tempe juga digelar pengembangkan potensi ekonomi daerah yang sudah ada. Pasalnya, para perempuan dari empat dusun yang ikut hadir, sangat antusias karena pengembangan potensi yang sudah ada, dinilai cukup dibutuhkan.

“Wah sangat membantu, jadi kami bisa berkreasi. Kalau dulu jual tempe saja kini kami bisa jualan model lain (kripik tempe), kan lumayan bisa menambah penghasilan mas,” ujar salah satu peserta pelatihan, Yulik Iswati asal Desa setempat.



Dengan adanya pelatihan ini, Yulik merasa senang, bisa membuat kripik tempe merupakan pengalaman yang baru bagi ibu-ibu di Desa Blimbing. Selama puluhan tahun, olahan kedelai biasanya hanya cukup dijadikan tempe saja tanpa ada varian-varian rasa lain.

“Ada juga susu kedelai, tapi kalau kripik ini kan baru. Mana tahu, skill ini bisa dikembangkan menjadi produk khas Desa bila terjual dipasar-pasar Jombang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil ketua Association Bussiness Developtment Services Indonesia (ABDSI) Jawa Timur, Sucipto, berharap agar ada kelanjutan dari pelatihan tersebut. Menurutnya, skill dari para pelaku usaha yang terlibat, akan bisa mendorong munculnya para pengusaha pemula maupun para pengusaha yang ingin mengembangkan bisnisnya.

“Pastinya setelah pelatihan ini, warga bisa langsung tancap gas, memproduksi kripik hasil dari pelatihannya. Toh bahan baku disini banyak,” terangnya.

Sucipto juga menambahkan, prinsip dari berwirausaha adalah kreatif dan konsisten. Di era industri digital, ekonomi kreatif sangatlah berpotensi menjelma jadi tonggak ekonomi di masa depan nantinya.

“Kalau ini terus dilakukan, bisa jadi Desa Blimbing menjadi ikon dari produk jajanan khas jombang yang berbahan dasar tempe, dan perputaran ekonominya bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed