oleh

Dinilai Langgar Aturan, Bawaslu Nganjuk Tertibkan APK Caleg

Nganjuk – Dinilai melanggar peraturan perundang undangan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) milik calon anggota legislatif (Caleg) yang terpasang di sejumlah jalan protokol wilayah Kabupaten Nganjuk ditertibkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk.

Penertiban APK kali ini digelar oleh Bawaslu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk, Kepolisian Resort Nganjuk, Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perijinan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Rabu (12/12/2018).

” Penertiban kali ini kita gelar di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk secara bertahap, dan akan terus kita gelar,” ujar
Fina Lutfiana Rahmawati, M.Pd Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan ini, lanjut Fina, akan digelar secara rutin setiap 2 minggu sekali. Hal ini juga sebagai upaya mendukung ‘Gerakan Jatim Tertib APK’ dari Bawaslu Jawatimur. “Untuk jadwal digelar mulai hari , Rabu 12 Desember 2018 hingga pertengahan April atau pemilu 2019 nanti,” jelasnya.

Namun begitu, sebelumnya Bawaslu Nganjuk telah menertibkan beberapa bilboard yang melebihi jumlah yang ditentukan.”Kita juga telah menertibkan stiker yg menempel di angkutan umum,” imbuh Komisioner asal Kecamatan Loceret ini.

Sementara itu Ketua Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Abdul Aziz S.Sos.i memaparkan, penertiban APK kali berhasil menertibkan sekitar 342 APK, terdiri Dari baliho, spanduk, billboard yang tersebar diseluruh wilayah Nganjuk.

“APK yang ditertibkan adalah APK yang terpasang di pohon dan dianggap membahayakan, APK yang melintang dijalan dan mengganggu keindahan kota dan lainnya,” paparnya.

Namun begitu, sebelum pihaknya melakukan penertiban APK, pihaknya sudah melayangkan surat perintah penurunan untuk APK yang melanggar kepada peserta pemilu. “Kita beri waktu hingga dua minggu sejak kita layangkan surat ke peserta pemilu. Bahkan kita fasilitasi jika ingin konsultasi, ” ujar Azis dikantor Bawaslu Nganjuk.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed