oleh

Dibalik Penundaan Pelantikan 31 Kades di Kabupaten Kediri

Kediri – Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Desa serentak di 31 Desa terbagi di 18 Kecamatan Kabupaten Kediri Jawa Timur pada Rabu (07/11/2018) menyisakan kekecewaan bagi masyarakat maupun para kandidat yang terpilih.

Pilkades yang merupakan sarana Pesta Demokrasi Rakyat di tingkat Desa dan menarik animo yang Sangat tinggi pada masyarakat untuk memilih calonnya.

Namun sayangnya, Pilkades di Desa Ringinsari Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri salah satu desa yang menggelar pesta demokrasi tersebut masih menyisakan masalah yang hingga kini dalam proses penyelesaian di Pengadilan karena diduga ditemukan adanya pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana.

Sehingga masalah yang sedang dalam penanganan pihak berwajib itulah yang diduga menjadi kendala untuk rencana pelantikan para Kades yang sedianya akan berlangsung Rabu (12/12/2018) oleh Bupati Kediri kemudian diundur tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sumber Media ini, pelaksanaan Pilkades Desa Ringinsari Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri sampai detik ini diduga sebagai masih menyimpan banyak kejanggalan dan kecurangan yang sistemik dan diduga terkondisikan untuk sebuah Sistem Demokrasi yang Lebih besar di Even Selanjutnya.

Saat beberapa Awak Media melakukan krocek  di lokasi pada (13/12/2108) dan menerima beberapa aduan dari para Warga di desa Ringinsari, didapati beberapa keterangan bahwa disinyalir banyak kecurangan dan kejanggalan yang dilakukan Pihak Panitia saat pelaksanaan Penghitungan dan verifikasi data. Mulai dari ditemukannya DPT ganda yang tidak sesuai dengan jumlah undangan yang hadir dan Netralitas Ketua Panitia yang perlu dipertanyakan. Sebab ada tugas ganda selain menjadi Panitia juga ada yang merangkap menjadi Saksi dari Pasangan Calon.

“Netralitas Ketua panitia juga pedipertanyakan,sebab apa diperbolehkan Ketua Panitia merangkap menjadi Saksi  dalam Acara Pilkades tersebut. Dan yang lebih mencengangkan, yang bersangkutan juga masih kerabat salah satu Calon,” ujar Sumber Media ini yang mewanti – wanti agar identitasnya dirahasiakan.

Namun sayangnya, hingga berita ini ditulis pihak panitia pemilihan belum berhasil dikonfirmasi. Meski Pilkades di Desa Ringinsari berjalan Tertib dan Aman,Tapi dari dugaan adanya’ kejanggalan yang muncul dan temuan dilapangan terkait dengan mekanisme proses Pemilihan Kepala Desa akhirnya berbuntut panjang. Karena kejanggalan dan dugaan kecurangan yang ditemukan kemudihan dilanjutkan pada proses Gugatan di Pengadilan Negeri Kediri dan Sidang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Terpisah dari Polemik dan segala kejanggalan yang ada, dalam waktu yang bersamaan  tiba-tiba Pemerintah Kabupaten Kediri mengeluarkan  surat edaran tetang Penundaan Pelantikan Kades Terpilih.

Penundaan sesuai isi surat tertanggal 11 Desember 2018, nomor 141/4234/418.24/2018, ditujukan kepada para Camat sesuai jadwal tahapan yang akan digelar 12 Desember 2018. Surat tersebut beredar jelang 1 hari sebelum Pelantikan Kades Terpilih.Hal inilah yang membuat para Kades Terpilih merasa kecewa dan bingung.

Bahkan diantara para Kades yang gagal atau ditunda dilantik pada waktu dan jadwal yang sudah ditentukan tersebut bertanya tanya. Padahal para Kades terpilih  sudah mempersiapkan Acara tasyakuran pada Hari H nya. Hingga kemudian acara Syukuran banyak yang ditunda atau dibatalkan.

Penundaan Pelantikan Seluruh Kepala Desa terpilih di Kabupaten Kediri oleh Ibu dr Hj Haryanti Sutrisno menjadi perbincangan hangat  di kalangan Warga dan Kepala Desa terpilih, meskipun tak sedikit yang Kecewa dengan Kebijakan tersebut. Namun beberapa warga juga ada yang menilai kebijakan yang diambil Bupati Kediri adalah tindakan yang cukup bijaksana dengan alasan segala persoalan terkait kecurangan dan gugatan penggugat hasil Pilkades harus mempunyai kekuatan hukum tetap sehingga pelantikan bisa dilaksanakan serentak dengan Jujur dan Adil dan bukan hanya Sebuah Kebijakan Populis belaka.

Reporter : Rianto

Komentar

News Feed