oleh

Petugas Meninggal Masih Berstatus Honda, BPBD Upayakan Santunan

Nganjuk – Tanggung Jawab dan berdedikasi tinggi terhadap tugas begitulah sosok seorang Masrufin (38), petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Nganjuk yang meninggal dalam tugas.

Pria asal Desa / Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk itu ternyata masih berstatus sebagai Honorer Daerah (Honda) sejak tahun 2012 lalu. Kebenaran terkait kinerja petugas Honda yang bertaruh nyawa itu disampaikan oleh Kepala BPBD Nganjuk, Ir Soekonjono MSi ketika dikonfirmasi akurasinews.com via telepon pasca kejadian.

“Iya betul, dia dulu anggota Tagana dan sejak tahun 2012 lalu bergabung di BPDB, sampai sekarang masih berstatus Honorer Daerah,” katanya Selasa (18/12/2018)

Terkait dengan peristiwa yang mengakibatkan salah satu anggota terbaiknya meninggal dunia itu, Soekonjono mengatakan akan mengupayakan bantuan sosial dari Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk. Apalagi, Masrufin yang berstatus duda ini dikenal sangat pemberani dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan. “Segera kita koordinasikan dengan Pemda, agar mendapat santunan,” jelasnya.

Disinggung perihal kemungkinan adanya kesalahan SOP dalam tragedi tersebut, Soeko menyebut jika kejadian ini sebenarnya di luar ranah kemampuan BPBD. Menurutnya, seharusnya tim SAR yang lebih kompeten menangani hal semacan ini. Namun, karena lebih pada sisi kemanusiaan dan spontanitas Masrufin sebagai petugas kemungkinan membuatnya nekat memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya.

“Memang kejadian ini sebenarnya diluar kemampuan kami, karena SAR yang lebih kompeten. Namun karena jiwa sosial dan spontanitas akhirnya Masrufin memberanikan diri melakukan pertolongan dengan peralatan seadanya, selain itukan koordinasi dengan TIM SAR akan memakan waktu karena jaraknya jauh,” jelas Soekonyono.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed