oleh

Seorang Petani dan Petugas BPDB Tewas Akibat Sumur Beracun

Nganjuk – Sumur di areal persawahan yang diduga mengandung gas beracun di Dusun Bulurejo Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, mengakibatkan seorang petani dan seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) meninggal dunia, Selasa (18/12/2018).

Korban yang meninggal adalah Sukardi (60) warga setempat dan Masrufin (38) petugas BPBD Kabupaten Nganjuk, yang berusaha memberikan pertolongan di lokasi kejadian.

“Jadi awalnya korban petani ini datang kesawah bersama istrinya, karena sumur yang digunakan untuk mengairi sawah itu mesinnya rusak, korban masuk ke sumur yang kedalamannya sekitar enam meter. Beberapa saat kemudian dilihat oleh istrinya, korban sudah tidak bergerak,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Rejoso Ajun Komisaris Polisi Burhanudin SH. kepada akurasinews.com siang ini.

Melihat kondisi suaminya tidak bergerak, Suliyem (53) istri korban meminta pertolongan warga sekitar, ” Istri korban ini tadi pagi sekitar pukul 08.45 WIB, minta pertolongan Yanto tetangganya,” paparnya.

Untuk selanjutnya Yanto memberitahu warga sekitar diteruskan kepada perangkat desa dan Mapolsek Rejoso, ” Begitu menerima laporan, saya bersama anggota Polsek Rejoso langsung ke lokasi sekaligus menghubungi petugas BPDB,” jelas AKP Burhanudin.

Dimungkinkan, lanjut AKP Burhanudin melihat kondisi korban yang sudah tidak bergerak petugas BPDB yang bernama Masrufin, langsung turun menggunakan tali tanpa membawa tabung oksigen dan hanya mengenakan masker, ” Tadi itu petugas BPDB yang lain masih mengambil tabung oksigen, mungkin karena spontanitas, dia (korban,red) langsung turun ke sumur dengan maksud mengefakuasi korban,” bebernya

Namun sayang, diduga karena kondisi sumur mengandung gas beracun sehingga petugas BPDB yang berniat menolong justru turut menjadi korban, ” Begitu melihat petugas BPDP itu juga tidak bergerak anggota lain langsung menariknya dan melarikan ke puskesmas Rejoso. Namun sayang nyawanya tidak tertolong,” ungkap AKP Burhanudin.

Selain itu, kata AKP Burhanudin lagi, 4 petugas BPDB yang juga berada dilokasi bersama dengan anggota Polsek Rejoso untuk melakukan efakuasi juga turut menjadi korban dan pingsan serta dilarikan ke RSUD Nganjuk

“Keempatnya berada di bibir sumur bersama anggota Polsek Rejoso dan saya tadi, tapi mungkin karena posisi petugas BPDB di utara dan kami diselatan jadinya gas beracun terbawa angin, dan kehirup petugas,” katanya.

Untuk saat, lokasi kejadian atau sumur beracun itu telah dipasang garis atau police line oleh petugas Polsek Rejoso, dan masyarakat diminta tidak mendekat karena dikhawatirkan gas beracun masih ada, ” Kami himbau kepada masyarakat agar menjauh dari lokasi dan apabila terjadi peristiwa serupa, jangan terburu buru dalam memberikan pertolongan,” pungkasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed