oleh

Dilimpahkan Kejaksaan, Kades Katerban Langsung Ditahan

Nganjuk – M Subur Kepala Desa Katerban Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, langsung ditahan Kejaksaan Negeri setelah dilimpahkan petugas Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Nganjuk Jumat (21/12/2012)

“Benar, ini pelimpahan tahap dua, dan berkas oleh Kejaksaan dinyatakan P-21 atau sempurna,” ujar Kepala Kepolisian Resort Nganjuk Ajun Komisaris Besar Polisi, Dewa Nyoman Nanta Wiranta SIK kepada awak media.

Dengan mengenakan kaos warna merah dengan setelan celana jeans, orang nomor satu di Desa Katerban tersebut dibawa sejumlah petugas Tipikor Polres Nganjuk ke Kantor Kejari Nganjuk.

Diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Nganjuk Eko Baroto SH.MH dengan didampingi kuasa hukumnya Bambang Sukoco SH serta sang istri tercinta M Subur nampak tenang.

Setelah menjalani serangkaian Pemeriksaan, untuk memastikan kondisi kesehatannya, oleh pihak Kejari Nganjuk M Subur dibawa ke RSUD Nganjuk , ” Untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka,” ujar Kasi Pidsus Eko Baroto kepada awak media.

Setelah diperiksa kesehatan, dan kembali menjalani pemeriksaan, M Subur langsung ditahan oleh pihak Kejari Nganjuk, ” Alasan penahanan, kita khawatirkan tersangka mengulangi perbuatannya dan berusaha menghilangkan barang bukti,” Papar Eko Baroto.

M Subur yang nampak sehat dan tenang, ketika ditanya wartawan mengenai kondisi kesehatan dengan singkat menjawab, ” Sehat” sembari berlari naik ke atas ketika di lobi kantor Kejari Nganjuk.

Seperti diketahui, Tim Saber Pungli Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Nganjuk telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap M Subur Kepala Desa Katerban Kecamatan Baron. Penangkapan ini terkait dengan penarikan paksa biaya program nasional agraria (Prona) tahun 2017.

“Pelaku tertangkap tangan di balai desa setempat pada Senin, 27 Agustus 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, dan baru dilakukan penahanan keesokan harinya. Saat ini kami masih melakukan pengembangan,” ujar AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta Kapolres Nganjuk saat menggelar pers relase, Rabu (29/8/2018).

Ketika OTT petugas turut mengamanan barang bukti berupa amplop coklat bertuliskan prona berisi uang tunai Rp 2 juta, dua lembar surat pengantar pengambilan sertifikat (rekomendasi) atas nama Uud Arwani Nabhan yang ditandatangani Kepala Desa Katerban, dan dua lembar tanda bukti pemohon prona atas nama Uud Arwani Nabhan.

Selain itu, satu bendel tanda terima sertifikat pendaftaran tanah sistematis tidak lengkap tahun 2017, dua bendel bonggol tanda terima pembayaran biaya administrasi dan pemberkasan pengajuan prona, dan 15 undangan nomor 005/27/411.502.109./2018 tanggal 26 Juli 2018-08-27.

Juga diamankan barang bukti berupa 4 bendel surat kuasa pengambilan sertifikat, satu buku catatan pembukuan dan pengeluaran biaya prona, satu buku folio prona tahap II, serta 26 lembar sertifikat tanah.

“Pelaku kita tangkap karena melakukan pemaksaan berkaitan dengan prona tahun 2017 sebesar Rp 1 juta, dengan jumlah pemohon 1.497 terbagi dalam dua tahap,” jelasnya.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed