oleh

FPBI Nilai, RSUD Kertosono Kurang Profesional

Nganjuk – Pelayanan dan penanganan pasien di Rumah Sakit Umum Kertosono Kabupaten Nganjuk, dinilai kurang baik dan menjadi catatan buruk di akhir tahun 2018. Untuk Forum Peduli Bangsa Indonesia (FPBI) berniat melakukan klarifikasi ke Rumah Sakit milik Pemerintah tersebut.

Klarifikasi itu muncul, menyusul ‘terlantarnya’ pasien miskin selama 4 hari yang menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), bernama Eka Nurjanah (12) siswi SDN Ngadirejo 3 Tanjunganom anak pasangan suami istri (Pasutri) Sujianto dan Sukesi warga Desa Ngadirejo Tanjunganom Nganjuk Jawa Timur pada pekan ini.

Suwadi SH selaku Ketua FPBI saat bertandang kerumah Eka Nurjanah untuk melihat secara langsung kondisinya, sangat menyayangkan penanganan RSUD Kertosono. Dia menilai penanganan Rumah Sakit milik Pemerintah itu kurang profesional. “Harusnya pelayanannya optimal, apalagi ini rumahsakit milik pemerintah,” katanya kepada awak media.

Meskipun, lanjut Suwadi pasien menggunakan KIS karena memang betul betul tidak mampu, Rumah Sakit tetap harus memberikan pelayanan prima “Ini yang harus dikoreksi, karena pelayanan di rumah sakit Kertosono itu kurang baik,” imbuhnya.

Selanjutnya, FPBI berencana mendatangi RSUD Kertosono untuk melakukan klarifikasi “Langkah ini kami ambil supaya menjadi pembelajaran bagi RSUD Kertosono,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Eka Nurjanah (12) siswi kelas 6 (enam) SD Negeri Ngadirejo 3 Kecamatan Tanjunganom, menjadi ‘korban’ karena pelayanan dan penanganan di RSUD Kertosono yang kurang baik.

Eka Nurjanah yang mengalami cidera retak tangan kanannya akibat jatuh terpeleset dihalaman rumah. ‘terlantar’ selama empat hari di rumah sakit milik pemerintah tersebut, sehingga harus dilarikan ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Dan sampai dengan berita ini diunggah Pihak RSUD Kertosono belum berhasil dihubungi pewarta media ini.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed