oleh

Komisi IV Agendakan Panggil Direktur RSUD Kertosono

Nganjuk – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nganjuk mengagendakan memanggil dokter Tien Farida direktur RSUD Kertosono. Pemanggilan itu berdasarkan dari banyaknya laporan yang masuk ke gedung parlemen terkait dengan pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Daerah tersebut.

“Laporan sudah banyak yang masuk ke Komisi IV, bukan hanya yang dialami siswi SD asal Tanjunganom itu saja ( Eka Nurjanah,red), dan saya sendiri berulang kali telfon direktur RSUD Kertosono, tapi tidak diangkat, ini ada buktinya,” ujar Karyo Sulistyo SE ketua Komisi IV DPRD Nganjuk kepada akurasinews.com Rabu (26/12/2018).

Untuk itu, lanjut politisi Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut, Komisi IV bulan depan mengagendakan untuk memanggil orang nomor satu di RSUD Kertosono tersebut untuk klarifikasi, “Ditelfon berulangkali tidak diangkat, mitra seperti apa kalau begini, bulan depan kita agendakan untuk memanggil direktur, kita ingin tahu alasannya,” papar Karyo Sulistyo.

Selain itu, lanjut Karyo Sulistyo pihaknya juga mempersilahkan jika ada lembaga atau masyarakat yang ingin mengajukan hearing dengan DPRD, ” Silahkan, itu hak setiap warga negara, masalah kesehatan itu sama dengan pendidikan, ini masalah pokok atau dasar yang harus segera mendapat respon atau tanggapan, sekaligus jalan keluarnya,” tandasnya.

Karyo juga menegaskan, seharusnya dalam masalah seperti ini pihak rumah
sakit harus lebih profesional. Jangan sampai memunculkan kesan jika
pelayanan terhadap pasien kurang mampu yang menggunakan KIS tidak
serius.

“Kami minta kepada RSUD Kertosono agar jangan sampai membeda-bedakan
dalam hal pelayanan terhadap pasien,” tegasnya.

Karyo berharap, jika memang permasalahan yang ada lantaran
ketidakmampuan pihak rumah sakit dalam penanganan, sebaiknya segera
memberikan rujukan terhadap pasien, jangan sampai pasien dibiarkan
tanpa kejelasan selama berhari-hari.

“Kalau memang tidak mampu dalam penanganan akan lebih baik jika segera memberikan rujukan kepada pasien,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Dengan alasan tidak ada dokter yang menangani karena sedang libur, RSUD Kertosono ‘memulangkan’ Eka Nurjanah (12) pasien yang sudah 4 (empat) hari berada ruang Bogenvil 9, asal Dusun Wonoasri RT 5, RW1 Desa Ngadirejo Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Padahal anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Sujianto dan Sukesi ini, masih belum sembuh dan masih merasakan sakit karena tangan kanannya cidera retak. Dan yang lebih mengenaskan, sejak masuk rumahsakit hingga pulang kerumah, cidera tangan Eka Nurjanah tidak gips sebagaimana seharusnya prosedur pasien tulang retak.

Sayangnya, hingga berita diunggah, direktur RSUD Kertosono Tien Farida dihubungi beberapa kali via seluler oleh pewarta media ini tidak kunjung diangkat meski ada nada sambung masuk.

Reporter : Agus Bima

Komentar

News Feed