oleh

Kades Tarokan Kembali Dilaporkan Polres Nganjuk

Nganjuk – Supadi (39) kepala Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang diduga kuat memalsukan identitas kependudukan untuk mempersunting seorang gadis berinisial DAM asal Dusun Nduwel Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, kembali dilaporkan ke Markas Kepolisian Resort Nganjuk. Kamis (17/01/2019)

Jika sebelumnya, orang nomor satu di Desa Tarokan itu diadukan oleh Agus Musonif salah seorang tokoh masyarakat Kertosono pada pertengahan Desember 2018 lalu. Namun kali ini berbeda, Supadi diadukan oleh Arif Wibowo salah seorang warga asal Desa/Kecamatan Loceret dengan didampingi sejumlah aktifis Aliansi LSM Ormas Kediri Raya (Aloka)

Bersama dengan 4 orang aktifis asal Tarokan dan Pare, Arif Wibowo membawa segebok barang bukti yang lebih memperkuat pengaduan, ” Dari SPKT, tadi langsung diarahkan kepada penyidik Reskrim, dan oleh penyidik disarankan membuat surat laporan, maksudnya laporan secara tertulis,” ungkap Arif di ditemui akurasinews.com di depan ruang Satreskrim Polres Nganjuk.

Untuk itu, lanjut Arif Wibowo, dirinya akan membuat laporan secara tertulis dan akan kembali mendatangi Mapolres Nganjuk, ” Karena arahan pak kanit tadi seperti itu, disuruh membuat surat laporan secara tertulis yang ditujukan kepada Pak Kapolres Nganjuk dan Pak Kasat Reskrim, besok akan kita buatkan dan langsung akan kita serahkan,” paparnya.

Sejumlah bukti sebagai dokumen pendukung laporan diantaranya, foto copy KTP, KK dan surat keterangan dari desa atas nama Supadi yang diduga Palsu, ” Untuk dokumen pendukung laporan yang diduga palsu ada banyak ini,” kata Arif Wibowo sambil menunjukkan segebok dokumen yang telah di foto copy.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada bulan Maret 2018 Supadi yang memiliki istri syah bernama Yatirah dan dikaruniai dua orang anak itu diduga memalsukan data kependudukan dengan mengubah tempat dan tanggal lahir.

“Dia (Supardi,red) diduga memalsukan KTP, dimana pada KTP asli tertulis lahir di Tarokan pada 8 – 11 – 1979 dengan alamat Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Namun di KTP yang kita duga Palsu menggunakan alamat Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan dengan tanggal lahir 8 – 11 -1989.” kata Agus Musonif ketika itu.

Selain itu, pihak Pemerintah Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri juga mengeluarkan surat keterangan bernomor 474.2/15/418.99.02/2018 yang menyatakan jika Supardi belum menikah dan ditanda tangani oleh Kepala Desa Kaliboto bernama Woko lengkap dengan foto Supardi dan stempel desa.

“Jadi yang mengeluarkan surat keterangan belum menikah itu Kades Kaliboto Kecamatan Tarokan bernama Woko, dalam surat keterangan itu tertulis Supadi masih belum kawin, padahalkan sudah punya anak dan istri ,” jelasnya.

Sayangnya, hingga berita ini ditulis pihak Kepolisian Resort Nganjuk belum berhasil dikonfirmasi terkait pengaduan masyarakat tersebut.

Reporter : Agus Bima

Editor       : Agus Karyono

Komentar

News Feed