oleh

Dinilai Tidak Fair, Panitia Pilkades Ngudikan Di-PTUN-kan

Nganjuk – Pesta Demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak (12/02/2019) kemarin meninggalkan beragam persoalan. Seperti di Desa Ngudikan Kecamatan Wilangan. Pesta Demokrasi tingkat desa yang diikuti oleh tiga calon kepala desa (Calkades) itu dinilai berlangsung secara tidak fair. Karena hal itu Dami Astuti SS, MH calon kepala desa dengan nomor urut 1 melalui kuasa hukumnya Imam Ghozali SH,MH mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kita sudah ajukan gugatan ke PTUN Surabaya, dan sudah diterima dengan nomor No perkara : 16/G/2019/PTUN SBY Tertanggal 15 Februari 2019,” ungkap Imam Ghozali saat berbincang dengan pewarta media ini didepan pendopo Kabupaten Nganjuk, Jumat (15/02/2019)

Pengacara muda asal Sukomoro tersebut mengatakan, Pilkades di Desa Ngudikan diikuti oleh tiga peserta, diantaranya Dami Astuti SS,MH dengan nomor urut 1, Imam Nawawi nomor urut 2 dan Sumadji nomor urut 3, ” Indikasi adanya ‘permainan’ itu sudah terlihat sejak awal, pembagian kartu suara, dimana KPPS memberikan surat atau kartu suara itu kepada pemilih dengan keadaan tertutup, padahal sesuai dengan peraturan seharusnya KPPS memberikan kartu suara dalam keadaan terbuka, bukan dalam kondisi dilipat,” jelasnya.

Karena hal itu, lanjut Imam Ghozali, banyak pemilih yang mencoblos dalam kondisi masih terlipat, namun coblosan dalam posisi simetris, “Pemilih usianyakan beragam, ada yang masih muda, ada juga yang sudah tua dan ada mungkin yang beranggapan asal mencoblos sekali tepat digambar dianggap sudah selesai. Tapi nyatanya coblosan simetris dari lipatan surat suara dan tidak mengenai kolom calon lain yang seharusnya dinyatakan syah sesuai PKPU yang mengacu pada Pilgub maupun Pilbup Gubernur oleh panitia Pilkades Ngudikan dinyatakan tidak syah, inikan menyalahi aturan,” paparnya.

Sehingga, lanjut Imam Ghozali, kliennya Dami Astuti yang seharusnya mendapat perolehan suara terbanyak menjadi lebih sedikit jika dibandingkan dengan Imam Nawawi peserta nomor urut 2, “Klien saya mendapat perolehan suara 871 suara, Imam Nawawi 946 dan Sumadji 26, surat suara tidak syah mencapai 1620, inikan sangat patut diduga terjadi sebuah konspirasi,” tandasnya.

Untuk itu, masih kata Imam Ghozali kliennya sebagai pihak yang dirugikan menuntut dilakukan penghitungan ulang surat suara tidak syah dilakukan secara fair, atau dilakukan pencoblosan ulang sesegera mungkin, “Selain itu, kami juga sudah mengajukan surat kepada Bupati Nganjuk untuk menunda pelantikan karena masih ada sengketa, dan Bupati dalam hal ini memiliki hak dan wewenang untuk menyelesaikan sengketa Pilkades ini, ” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketertiban Kecamatan Wilangan Hari Tri membenarkan hingga berita ini ditulis surat suara hasil Pilkades Desa Ngudikan diamankan di kantor Kecamatan usai perhitungan, ” Kami kemarin koordinasi dengan Polsek Wilangan juga, dan diputuskan kotak suara ditaruh Kecamatan, itu dikunci diruangan Pak Camat,” katanya.

Sedangkan pihak panitia Pilkades Desa Ngudikan hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi oleh pewarta media ini.

Reporter : Agus Bima

Editor : Agus Karyono

Komentar

News Feed