oleh

Perolehan Suara Draw, Pilkades Mojoduwur Disoal

Nganjuk – Pesta demokrasi pemilihan kepala desa serempak di wilayah Kabupaten Nganjuk terus menuai permasalahan, setelah wilayah Kecamatan Wilangan dan Patian Rowo, permasalahan juga terjadi di wilayah Kecamatan Ngetos, Pilkades di Desa Mojoduwur disoal oleh salah satu peserta calon kepala desa (Cakades) karena perolehan suara draw (sama/imbang). Namun panitia memenangkan salah satu cakades.

Adalah Sihat Raharjo cakades nomor urut 3 yang mendapat perolehan suara 833, mempersoalkan keputusan panitia yang menetapkan Jumali cakades nomor urut 4 sebagai pemenang dengan perolehan suara yang sama yakni 833. Bukan tanpa alasan, dia merasa panitia tidak fair dan terkesan ada ‘permainan’, hal itu dikarenakan dimana surat suara yang seharusnya syah dianggap tidak syah

Surat Kepada Bupati : Cakades Mojoduwur nomor urut 3 atas nama Sihat Raharjo mengajukan surat keberatan kepada Bupati Nganjuk H Novi Rahman Hidayat (Bima)

“Kalau ada dua coblosan di surat suara namun masih dalam kolom gambar saya, apa itu tidak syah, inikan tidak benar, saksi saya jelas-jelas mengatakan jika surat suara yang mencoblos saya ada lima surat suara dengan coblosan dua masih dalam satu kotak gambar saya, kenapa tidak syah,” tanyanya. Senin (18/02/2019)

Untuk itu, lanjut Cakades tersebut, dia berusaha melakukan upaya diantaranya dengan mengajukan surat keberatan kepada Bupati Nganjuk H Novi Rahman Hidayat, panitia Pilkades maupun BPD serta berusaha mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), “Tadi pagi surat sudah saya ajukan kepada Bupati Nganjuk, dan siang ini akan kita gugat ke PTUN, ini masih menunggu pengacara,” katanya

Untuk diketahui Pilkades Desa Mojoduwur Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk diikuti oleh empat Cakades, diantaranya Cakades nomor urut 1 Muhajir mendapat perolehan suara 564, Shinta Spd Cakades nomor urut 2 mendapat perolehan suara 509, Sihat Raharjo Cakades nomor urut 3 mendapat perolehan suara 833 dan Jumali Cakades nomor urut 4 mendapat perolehan suara 833 pula.

Untuk itu, Sihat Raharjo berharap agar Bupati Nganjuk menunda pelantikan hasil pilkades Desa Mojoduwur karena masih terjadi permasalahan, “ Kami berharap Bupati Nganjuk menunda pelantikan hasil Pilkades ini, karena masih permasalahan, kami juga meminta agar panitia kembali menghitung ulang surat suara yang tidak syah sehingga nantinya benar-benar diketahui masyarakat, itu syah apa tidak. Karena saat perhitungan saksi kami protes tidak diindahkan,” harapnya.

Sesuai Perbup : Camat Ngetos Bambang S mengatakan, penetapan pemenang pada pilkades Mojoduwur Ngetos mengacu Pada Perbup nomor 16 tahun 2017 (Bima)

Dan hingga berita ini ditulis surat suara masih diamankan di kantor desa setempat dengan dijaga oleh para perangkat desa atau pamong blok serta perwakilan dari masing-masing cakades, sayangnya pihak panitia Pilkades belum berhasil dikonfirmasi dan di Balai Desa setempat hanya ada sejumlah pamong blok saat pewarta media ini berusaha mengkonfirmasi.

Sementara itu, Bambang S, Camat Ngetos mengatakan ditetapkannya Cakades nomor urut 4 sebagai pemenang oleh panitia sesuai dengan peraturan bupati (Perbup) “Itu manusiawi, karena memang ada perbedaan persepsi antara panitia dan cakades, kalau penetapan pemenang itu sudah sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 16 tahun 2017, yang mengatakan dimana di dusun atau lingkungan dengan DPT terbanyak cakades mendapat perolehan terbesar itulah pemenangnya, untuk tepatnya saya harus baca Perbupnya,” katanya.

Namun begitu, Bambang S juga menyatakan jika dalam satu kolom atau kotak cakades ada dua coblosan tetap dinyatakan syah selama tidak mengakibatkan rusaknya surat suara, “Meskipun dua coblosan tetap syah, kalau berada dalam satu kolom atau kotak satu cakades, tapi kalau dari dua coblosan itu mengakibatkan rusaknya surat suara, panitia menganggap tidak syah,” jelasnya.

Reporter : Agus Bima

Editor     : Agus Karyono

Komentar

News Feed