oleh

Dor..! Melawan, Pembunuh Pemuda Kapringan Ditembus Timah Panas  

Jombang – Dor..! Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang terpaksa menghadiahi timah panas ke kaki kanan Hudah (30) warga RT 005, RW 003 Dusun Sini, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, pelaku pembunuhan Bayu Arisanto (21) seorang pemuda asal Desa Kapringan, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, yang ditemukan di kubangan galian bata di Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa (26/2/2019).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang AKP Azi Pratas Guspitu menyampaikan, pelaku yang merupakan teman bermain korban terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Konferensi Pers : Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang AKP Azi Pratas Guspitu didampingi para perwira saat menggelar konferensi pers ungkap kasus pembunuhan (Saha)

Penangkapan pelaku berawal setelah penemuan jenazah korban, tim medis langsung melakukan Visum et Repertum (VeR) dan ditemukan bekas luka sayatan benda tajam, dari situ anggota Satreskrim Polres Jombang kurang lebih 24 jam berhasil mengungkap pelaku tepat pada hari Rabu (27/2/2019) dini hari.

“Pelaku sempat kabur ke Surabaya, dan pada Rabu dini hari pelaku berhasil tertangkap pada pukul 02.00 WIB dikediaman budenya. Ketika hendak dijemput petugas, pelaku sempat melawan dan melarikan diri, alhasil kita berikan timah panas pada kaki kanannya (tempak),” ungkap AKP Azi Pratas Guspitu kepada awak media ketika mengelar pers rilis di Mapolres Jombang, Kamis (28/2/2019).

Konferensi Pers : Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang AKP Azi Pratas Guspitu didampingi para perwira saat menggelar konferensi pers ungkap kasus pembunuhan (Saha)

AKP Azi menjelaskan, mengarahnya kecurigaan kepada pelaku Hudah, ketika petugas Kepolisian sedang memeriksa saksi dikediaman keluarga korban. Tiba-tiba, mantan pacar korban mencari Bayu (korban) dikediamannya, dari situlah sang mantan mengungkapkan dari pesan singkatnya WA, bahwa korban sedang  bersama Hudah.

“Jadi saksi kunci utama memang dari mantan pacar korban. Setelah di interogasi dan mengecek handphonenya. Kemudian kita kembangkan ke teman-temannya sampai akhirnya mengarah ke pelaku Hudah,” imbuhnya.

Kasat Reskrim juga mengungkapkan, dalam modus operandi kasus pembunuhan ini memang telah direncanakan oleh pelaku, lantaran sering di bully  oleh korban.“Pelaku dendam karena korban sering bercanda kelewatan bahkan sering memukul dan meludah, dari situlah pelaku sakit hati terhadap korban sehingga timbul dendam,” terangnya.

Akibat sering di bully kelewatan, pelaku merencanakan untuk membunuh korban dengan cara mengajak korban untuk menemui seseorang perempuan di bantaran sungai Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan, pada Sabtu (23/2/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Sebelum sampai dilokasi pelaku mengambil sebilah sabit tajam yang diselipkan ke samping perutnya. Di lokasi itulah, korban merasa dibohongi oleh pelaku marah dan sempat terjadi baku hantam. Pada akhirnya, pelaku mengeluarkan sabit dan langsung membalas dengan mengalungkan sabitnya tepat pada leher korban.

Konferensi Pers : Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Jombang AKP Azi Pratas Guspitu didampingi para perwira saat menggelar konferensi pers ungkap kasus pembunuhan (Saha)

“Setelah itu pelaku menunggu korban sampai benar-benar meninggal, pelaku langsung membawa kabur barang bukti berupa, satu buah handphone merek Vivo, satu kalung emas serta uang tunai seratus ribu rupiah dan satu unit sepeda motor Megapro dengan nopol S 4858 WL, kemudian korban diseret kedalam kubangan air bekas galian. Tetapi sebelum barang-barang itu terjual, pelaku tertangkap terlebih dahulu ,” jelas AKP Azi

Hingga kini hanya satu barang bukti yang belum bisa ditemukan oleh petugas yaitu sebilah sabit yang dibuangnya ke tengah sungai. Sementara itu, dari pengakuan  pelaku Hudah kepada awak media, aksinya dilatarbelakangi atas luapan amarahnya yang memuncak atas perlakuan korban yang sering menjatuhkan harga dirinya hingga timbul rasa sakit hati.“Dia sering mengolok saya jelek, kalau saya gak mau disuruh beli rokok tetapi tidak segera berangkat malah diludahi,” katanya.

Akibat perbuatannya, kini pelaku terancam hukuman pidana mati  atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. Sebagaimana tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 340. Sedangkan pasal tambahan berupa tindakan pencurian, sebagaimana disebutkan dalam pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman tambahan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed