oleh

Kasek & Bendahara SMPN 1 Lengkong dilaporkan Kejaksaan

Nganjuk – Diduga melakukan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana Program Indonesia Pintar (PIP) dan pungutan liar (pungli), Kepala Sekolah (Kasek) dan bendahara SMPN 1 Lengkong dilaporkan ke kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sapu Jagat Nganjuk. Dalam laporannya M Subroto ketua LSM Sapu Jagat membawa satu bendel barang bukti dugaan peyimpangan berupa kutitansi, data murid, serta pengakuan para guru lengkap dengan foto dan tanda tangannya.

Laporkan : M Subroto Ketua LSM Sapu Jagat menunjukkan bukti dugaan penyimpangan dana BOS,PIP dan pungli SMPN 1 Lengkong (Bima)

“Kita laporkan ke Kejaksaan dugaan penyimpangan dana BOS, PIP dan adanya pungutan liar atau pungli yang kita duga kuat dilakukan oleh bendahara dan kepala sekolah SMPN 1 Lengkong, ada dua bendahara atau petugas yang kita laporkan ini sudah lengkap datanya,” kata M Subroto di lobi kantor Kejari Nganjuk usai melapor, sembari menyebut nama kedua bendahara itu. Rabu (22/02/2019)

Dugaan penyimpangan itu, kata M Subroto terjadi antara tahun 2017 hingga 2018. Dan bentuk penyimpangan untuk PIP adalah dengan melakukan manipulasi data, dimana ada sejumlah siswa sudah lulus masih menerima dana PIP, “Dan di SMPN 1 Lengkong ini cara pengambilan dana PIP semua melalui bendahara, padahal PIP harusnya langsung diterima oleh murid. Ini datanya sudah ada yang sudah lulus masih menerima PIP, maupun yang mendapat tapi diberikan hanya separo,” jelasnya.

Nomor Rekening : M Subroto ketua LSM Sapu Jagat menunjukkan bukti rekening peserta didik penerima PIP yang diduga kuat telah dipotong di lobi kejari Nganjuk (Bima)

Selain itu, lanjut M Subroto mengenai dugaan penyimpangan dana BOS dengan memberikan fee atau honor kepada para wali kelas, “Dana BOS-kan tidak boleh diberikan kepada wali kelas untuk fee, ini datanya sudah ada guru yang menerima dan mengembalikan sekaligus tanda tangannya juga ada,” paparnya.

Yang lebih memprihatinkan, kata M Subroto lagi, SMPN 1 Lengkong juga melakukan pungutan liar yang jumlahnya mencapai Rp 700 ribu, “Bahkan ini ada peserta didik yang sudah membuat surat keterangan miskin, dari desa dimana dia tinggal tetap disuruh membayar pungutan liar itu, ini sudah saya lampirkan datanya. Lengkap dengan surat keterangan miskin peserta didik miskin tersebut. Dan ini lengkap berikut kuitansi pungli itu” tandasnya sembari menunjukkan bukti kuitansi dugaan pungli itu.

Peyimpangan : M Subroto melaporkan dugaan penyimpangan dana BOS,PIP dan adanya pungli SMPN 1 Lengkong diterima petugas Kejari Nganjuk (Bima)

M Subroto berharap pihak Kejaksaan Negeri Nganjuk segera melakukan tindakan, dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang diduga melakukan tindak pidana tersebut, karena hal ini diduha telah berlangsung lama, “Bendahara ini menjabat sudah Sembilan tahun, kami berharap Kejaksaan segera merespon laporan ini dengan langsung melakukan pemanggilan dan pemeriksaan sekaligus penyidikan. Karena semua bukti yang mengarah ke tindak pidana sudah kita serahkan semua,” harapnya.

Kasi Intel : Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah, SH membenarkan telah menerima laporan dari LSM Sapu Jagat di lobi kantor Kejari Nganjuk (Bima)

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Nganjuk Dicky Andi Firmansyah, SH membenarkan telah menerima laporan dari LSM Sapu Jagat. Untuk itu pihaknya sesegera mungkin mempelajari laporan yang telah masuk tersebut, “Iya benar, dan akan kita pelajari kalau memang nantinya kita temukan mengarah ke perbuatan melawan hukum akan kita tindak lanjuti secepatnya,” katanya di lobi kejaksaan Negeri Nganjuk.

Sementara itu, Irwan Prayitno kepala SMPN 1 Lengkong hingga berita ini diunggah belum berhasil dikonfirmasi oleh pewarta media ini.

Reporter :  Agus Bima

Editor     : Agus Karyono

Komentar

News Feed