oleh

Jawab Preblematika Pelaku UMKM Sektor Pariwisata, Suryo Alam Gandeng Kemenpar RI dan BNI

Nganjuk – Usaha mikro kecil dan menengah yang biasa disebut UMKM tidak bisa lepas dari pariwisata. Keduanya saling menunjang satu sama lain. Jika satu destinasi wisata di daerah mengalami peningkatan kualitas, maka kinerja UMKM yang ada di daerah itu juga akan turut meningkat.

Problematika : Anggota Komisi X DPR RI M Suryo Alam, saat reses melakukan komunikasi langsung dengan para pelaku UMKM sektor pariwisata dan berusaha memberikan solusi terkait permodalan dengan menggandeng pihak perbankan (Bima)

Namun begitu, seperti diketahui bersama UMKM membutuhkan sentuhan para pemangku kebijakan terkait pengembangan maupun konsistensi dalam peningkatan suatu produk yang dihasilkan. Untuk menjawab beragam problematika para pelaku UMKM di Kabupaten Nganjuk yang jumlahnya mencapai ribuan, anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) M Suryo Alam menggandeng Kementrian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Indakop) Pemerintah Kabupaten Nganjuk, serta Bank Nasional Indonesia (BNI). Rabu (20/03/2018)

Mencari Solusi : Pada acara Sosialisasi dan Coaching Clinic KUR (Kredit Usaha Rakyat) Sektor Pariwisata, M Suryo Alam berbincang dengan para penggiat wisata di Kabupaten Nganjuk, berbagai hal dibahas untuk peningkatan Pariwisata Kabupaten Nganjuk (Bima)

Acara yang digelar di Nirwana Hotel and Restaurant Nganjuk tersebut bertajuk “ Sosialisasi dan Coaching Clinic KUR (Kredit Usaha Rakyat) Sektor Pariwisata” diikuti ratusan pelaku pariwisata dan UMKM dari seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk, “Inti dari acara siang ini adalah untuk menjawab problematika atau masalah permodalan yang dialami oleh para pelaku UMKM sektor pariwisata,” ujar M Suryo Alam kepada akurasinews.com

Produk UMKM : M Suryo Alam menunjukkan produk UMKM Kabupaten Nganjuk, kedepan diharapkan UMKM di Kabupaten Nganjuk semakin maju seiring dengan berkembangnya puluhan destinasi wisata di Bumi Anjuk Ladang (Bima)

Seperti diketahui, lanjut M Suryo Alam beragam persoalan dihadapi oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Nganjuk, “Makanya itu tadi pihak BNI menjelaskan bagaimana cara mendapat modal dengan bunga yang minim, itukan tadi BNI menjelaskan tentang kredit usaha rakyat atau yang lebih dikenal dengan nama KUR, kita harapkan dengan pemaparan dari pihak BNI tadi para pelaku UMKM sektor pariwisata mendapat jawaban tentang permodalan,” jelas politisi Partai Golongan Karya tersebut.

GenPi : Generasi Pesona Indonesia turut hadir dalam acara Sosialisasi dan Coaching Clinic KUR (Kredit Usaha Rakyat) Sektor Pariwisata yang digelar oleh Kemenpar RI di Nirwana Hotel dan Resturant Nganjuk (Bima)

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Bidang Pemenangan Pemilu, Jawa II, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya ini menerangkan, selain permodalan masalah banyak UMKM yang belum memiliki badan hukum yang jelas. Sebagian UMKM juga kurang memiliki pengetahuan tentang aspek legalitas dan perizinan, termasuk persyaratan yang harus dipenuhi dan prosedur yang ditempuh dalam proses pengurusannya.

Antusias : Para pelaku UMKM sektor pariwisata Kabupaten Nganjuk begitu antusias mendengar pemaparan dari para narasumber dari Kemenpar RI, Dinas Pariwisata dan Indakop Pemkab Nganjuk serta BNI (Bima)

“Data di BPS hampir lima puluh ribu UMKIM di Kabupaten Nganjuk ini, namun yang tercatat atau terdata itu baru sekitar dua ribuan, untuk itu kita harapkan kedepan baik pelaku UMKM maupun dinas Koperasi saling jemput bola dalam proses pendataan, kepala desa juga sangat berperan kita harapkan para kepala desa menyampaikan kegiatan wargannya yang berkaitan dengan UMKM ini, sehingga nantinya apabila ingin mengajukan permodalan ke Perbankan akan lebih mudah karena memiliki legalitas,” jelasnya.

Kenalkan : Anggota Komisi X DPR RI M Suryo bersama Kemenpar RI, Indakop dan Disparta Pemkab Nganjuk menunjukkan produk UMKM Kabupaten Nganjuk (Bima)

Selain itu lanjut M Suryo, problem lain yang dihadapi pelaku UMKM adalah masih kurangnya inovasi produk, hal ini dimungkinkan karena kurangnya menguasai teknologi, manajemen, informasi dan pasar. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, UMKM memerlukan biaya yang relatif besar, apalagi jika dikelola secara mandiri.

Salam Sapta Pesona Indonesia : Sapta Pesona Pariwisata merupakan pilar bagi perkembangan dan pengelolaan pariwisata di Indonesia, dengan semangat Sapta “Pesona” atau “Wonderful” mengandung janji bahwa Indonesia kaya dengan ketakjuban, dari segala manusia maupun alamnya, yang mengusik kalbu dan menjanjikan pengalaman baru yang menyenangkan (Bima)

“Pengembangan UMKM sektor pariwsata ini sebenarnya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh UMKM, maka ke depan perlu diupayakan iklim usaha yang kondusif, pemecahan masalah permodalan, pelatihan, pengembangan kemitaraan untuk masalah pasar dan lain sebagainya. Tapi yang jelas ketika sektor pariwisata meningkat, tentu produk UMKM di Kabupaten Nganjuk ini juga akan semakin menggeliat,” paparnya.

Reporter  : Agus Bima

Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed