oleh

Kopi Salam Excelsa, Ikon Kota Santri 2021

Jombang – Potensi dalam pengembangan kopi excelsa di sektor pertanian wilayah Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sangatlah menjanjikan dari sisi ekonomi kerakyatan berikut destinasi wisata kopi yang bisa bersaing dengan kota lain.

Dengan bermacam merek dari jenis kopi exselsa ini, salah satunya adalah ‘Ringgit Coffe’ produksi dari warga Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang yang sudah menjadi daya tarik penikmat kopi kota santri.

Dengan menanam kopi jenis excelsa atau yang sering disebut kopi liberika ataupun juga disebut kopi lanang ini pastinya harga jual bisa tinggi dan bisa meningkatkan nilai ekonomi dikawasan tersebut.

Pemerintahan Kabupaten Jombang saat ini sudah bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember. Wakil Bupati Jombang, Sumrambah mengungkapkan bahwa, Pemerintah Kabupaten sudah melakukan penandatanganan untuk pengembangan kopi di Jombang.

“Untuk pengembangan kopi, kita akan melihat nanti daerah mana untuk jenis kopi arabika, robusta dan di daerah mana untuk pengembangan kopi exselsa. Karena kopi exselsa di dunia ini tinggal 2 persen. Artinya justru dengan keunikan ini, kita akan membuat kopi exselsa menjadi salah satu hal yang membuat daya dukung ekonomi kemudian juga menjadi ikon Jombang,” ungkap kepada akurasinews.com di ruang kerjanya, Senin (25/03/2019).

Dibanding kopi arabika dan robusta, lanjut Mas Rambah sapaan akrab Wabup, biji kopi excelsa berbeda karena mempunyai cirri khas seperti kopi lanang sehingga ini sebenarnya yang akan dikembangkan apakah kopi excelsa bisa berdiri sebagai kopi murni excelsa atau kopi ini akan menjadi bagian dari brand kedepan kopi racikan.

“Pastinya bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata juga. Kita bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan kakao yang ada di Jember untuk pengembangan kopi wonosalam. Jadi kopi ini bukan sekedar minuman atau suguhan sewaktu di rumah, tapi juga menjadi life style (gaya hidup) bagi masyarakat kita,” imbuhnya.

Disinggung mengenai apakah nantinya akan dikelola oleh pemerintah untuk pemasarannya untuk bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mas Rambah menegaskan bahwa, arahnya tetap berdua agar rakyat lebih maju. Ketika rakyat tidak bisa mengisi baru pemerintah, akan tetapi ketika itu bisa dilakukan untuk rakyat. Kemudian, Pemerintah Kabupaten mendorong swasta justru memfasilitasi untuk menjadi bagian organ penting pelaku kopi di Wonosalam.

PAD itu, lanjut Mas Rambah nomor dua, namun untuk kesejahteraan masyarakat adalah nomor satu, jadi kalau sudah bisa ditingkatkan penghasilannya secara otomatis PAD  akan meningkat. “Pemkab biar mengisi ruang promo tersebut dengan edukasi yang kita lakukan kepada Puslitkoka, sehingga kita bisa menghasilakn kopi yang bagus. Jadi apa yang kita dengung-dengungkan terus menerus kopi excelsa bakal harganya lebih tinggi dari kopi arabika, artinya industri pengelolaan kopi dan kakao skala rumahan bisa meawarnai pasar lokal maupun luar Jombang. Kita tidak ngomongin PAD dulu, tetapi ruang kepentingan rakyat dulu pasti akan berimbas positif pada PAD pemerintah,” tandasnya.

Dalam mengembangkan kopi excelsa ini, pemerintah memiliki target untuk memberikan brand paten dengan nama kopi excelsa salam atau kopi salam agar bisa dapat dikenal sebagai ikon kopi asli dari Wonosalam Jombang.“Target saya secara jujur untuk kopi ini di tahun 2021 kita sudah mematenkan nama dari varietas biji kopi exselsa dan bisa sebanding dengan nama kopi gayo arabika atau robusta dari Aceh. Maka kita sebisa mungkin membuat kopi exselsa ini dengan sebutan kopi salam dari Wonosalam, Jombang bisa lebih menarik untuk cepat dipromosikan atau dipasarkan nantinya,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Anggota Komisi X DPR RI, Suryo Alam dalam agenda Pembinaan Pengembangan Desa Wisata di Provinsi Jawa Timur khususnya di Jombang ini memiliki segudang potensi bisnis yang menguntungkan yang selalu bisa diangkat menjadi komoditas dan dapat dipoles dengan manajemen strategi yang tepat oleh pemerintah untuk menjadi desa wisata dikawasan tersebut.

“Pelatihan kemarin bisa memberikan bekal kepada pelaku ekonomi menyangkut produknya itu untuk peningkatan yang lebih luas agar di daerah Jawa Timur tahu bahwa di Kota Santri ini mempunyai kopi yang bisa bersaing dengan kopi Banyuwangi atupun kopi Dampit, Malang serta Tulungagung dan lainnya,” kata Suryo Alam kepada awak media di Hotel Yusro Jombang, Kamis (21/3/2019).

Dari situ, politisi Golkar ini juga berkeinginan untuk selalu menonjolkan jenis kopi excelsa ke tingkat nasional. Pada pelatihan tentang tata cara pengelolaan kopi hingga memiliki kualitas tinggi dan dengan mengembangkan UMKM serta industri-industri berbasis kerakyatan menjadi poin penting untuk memajukannya.

“Poin kita itu, bagaimana memajukan, memasarkan serta bagaimana permodalannya, jaringannya agar kopi ini dikenal dengan rasanya dan memenuhi strandart yang diharapkan masyarakat. Jadi peran penting disini pemerintah juga harus turun tangan agar yang kita harapkan kedepan lebih dan para pelaku para pelaku atau produksi kopi exselsa wonosalam bisa juga menjadi ikon wisata kopi di kota santri,” jelasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor     : Agus Karyono

Komentar

News Feed