oleh

Ajak Masyarakat Turut Lakukan Pengawasan, Bawaslu Jombang Gelar Sosialisasi Pemilu

Jombang- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi Pengawasan dan Penanganan Tindak Pidana Pemilu Tahun 2019, dalam acara ini juga menggandeng anggota Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Jombang di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang, Jalan KH Hasyim Asy’ari, Kecamatan Jombang, Jumat (29/03/2019).

Pada kegiatan tersebut dihadiri pula oleh seluruh Kapolsek jajaran Kepolisian Resort Jombang, dan sejumlah Camat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang, berserta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan organisasi kemahasiswaan.

Netralitas ASN : Pada Sosialisasi Pengawasan dan Penanganan Tindak Pidana Pemilu 2019, Ketua Bawaslu Jombang menekankan tentang pentingnya Netralitas ASN (Saha)

Ketua Bawaslu Kabupaten Jombang, Ahmad Udi Masjkur menjelaskan, sosialisasi tersebut, berkaitan dengan pengawasan pemilu dan potensi dugaan pelanggaran pada pemilu 2019 ini. Tak hanya itu, para peserta sosialisasi ini juga dibekali dengan materi tentang macam-macam pelanggaran tindak pidana pemilu. Seperti contohnya, menggunakan hak pilih lebih dari satu, menghilangkan surat suara, dan juga berkaitan dengan gangguan dalam tahapan pemilu.

“Sosialisasi ini kita tekankan pada pengawasan menjelang tahapan pemungutan dan penghitungan suara. Tadi oleh temen-temen Gakkumdu juga ditekankan terhadap potensi pasal-pasal yang bekaitan dengan dugaan tindak pidana pemilu yang ada di tahapan akhir pemilu, yakni tahapan Pemungutan dan penghitungan suara. Termasuk tahapan hari tenang,” ungkap Ahmad Udi Masjkur kepada awak media usai acara di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemerintah Kabupaten Jombang.

Pelanggaran : Ketua Bawaslu Kabupaten Jombang, Ahmad Udi Masjkur menjelaskan tentang pelanggaran atau tindak pidana yang kemungkinan terjadi pada Pemilu 17 April 2019 mendatang, saat sosialisasi pengawasan dan penanganan tindak pidana pemilu di Ruang Bung Tomo Gedung Pemerintah Kabupaten Jombang (Saha)

Ketua Bawaslu Jombang juga menargetkan acara sosialisasi ini dapat tersosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat sehingga turut serta dalam pengawasan partisipatif. Apalagi dengan momentum demokrasi dalam pemilu ini agar bisa selalu kondusif dan semoga tetap dilakukan secara damai.

“Kami berharap dalam sisa waktu yang ada seluruh elemen masyarakat turut serta melakukan edukasi bahwa pemilu kita ini bukan pemilu yang gawat banget, bukan pemilu yang antara hidup dan mati. Melainkan pemilu ini momen rutin 5 tahunan. Saya yakin masyarakat kita sudah cerdas melihat dinamika-dinamika seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Udi Masjkur juga menegaskan bahwa, didalam materi sosialisasi ini diharapkan ASN bisa netral sesuai Undang-Undang Pemilu. “Aspek netralitas ASN itu ada dua parameternya. Pertama ASN punya variabel untuk menggunakan hak pilih, kedua dia dituntut untuk netral. Kita menghimbau, silahkan kalau ASN ingin mengetahui calon pemimpinnya atau program-programnya, tapi juga harus dipertimbangkan variabel netralitasnya,” pungkasnya. (Advetorial)

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor     : Agus Karyono

Komentar

News Feed