oleh

“Kartune Cah Nganjuk” Salam Kompak Persahabatan

Nganjuk – Sebuah karya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menjadi bagian dari kehidupan umat manusia saat ini. Hampir seluruh aktivitas manusia tidak akan terlepas dari peran teknologi informasi. Baik untuk aktivitas pribadi apalagi aktivitas yang berkaitan dengan interaksi antar sesama manusia.

Di sisi lain, kemajuan dan perkembangan teknologi informasi secara teoretis telah melahirkan konsekuensi baru yaitu semakin hilangnya sekat-sekat aplikasi keilmuan terutama ilmu-ilmu terapan yang berkaitan dengan dimensi audio visual sebagai komponen utama dari teknologi informasi pada era ini yang berbasis digitalmultimedia

Sinematografi secara etimologis berasal dari bahasa Latin yaitu Kinema (gerak), Photos (cahaya), Graphos (lukisan/ tulisan). Jadi sinematografi dapat diartikan sebagai aktivitas melukis gerak dengan bantuan cahaya.

Menurut Kamus Ilmiah Serapan Bahasa Indonesia Sinematografi diartikan sebagai ilmu dan teknik pembuatan film atau ilmu,teknik, dan seni pengambilan gambar film dengan sinematograf. Sinematograf itu sendiri bararti kamera untuk pengambilan gambar atau shooting, dan alat yang digunakan untuk memperoyeksikan gambar-gambar film.

Sedangkan sinema (cinema) diartikan sebagai gambar hidup, film, atau gedung bioskop.Film (movie atau cinema) merupakan produk atau buah karya dari kegiatan sinematografi. Film sebagai karya sinematografi merupakan hasil perpaduan antara kemampuan seseorang atau sekelompok orang dalam penguasaanteknologi, olah seni, komunikasi, dan manajemen berorganisasi.

Sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab semua aspek visual dalam pembuatan sebuah film. Mencakup Interpretasi visual pada skenario, pemilihan jenis kamera, jenis bahan baku yang akan dipakai,pemilihanlensa, pemilihan jenis filter yang akan dipakai di depan lensa atau didepan lampu, pemilihan lampu dan jenis lampu yang sesuai dengan konsep sutradara dan cerita dalam skenario. Seorang sinematografer juga memutuskan gerak kamera, membuat konsep visual, membuat floorplan untuk keefisienan pengambilan gambar.

Begitulah kira-kira yang dilakukan Kru SCA TV kala pembuatan iklan dengan mengambil tema “Kartune Cah Nganjuk”. Luar biasanya, karya sinematografi yang dihasilkan dengan peralatan minim dan dana minim pula itu bisa dikatakan cukup baik bahkan luar biasa.

Disini saya hanya ingin mengucapkan terima kepada Iyan sebagai seorang sinematografer dibantu dengan Andri Bayu Samudera, dari kepiawian kedua tangan mereka, saya sebagai penanggung jawab seluruh rangkaian program banyak mendapat ide kreatif.

Produksi sebuah karya sinematografi yang seharusnya membutuhkan dana besar, ditangan kreatif kru SCA TV kala itu, dapat ditekan seminim mungkin. Hebatnya produksi iklan “Kartune Cah Nganjuk” selesai diproduksi hanya dalam waktu dua hari dilapangan dan sehari proses editing.

Sungguh sebuah rangkaian kerja singkat namun cerdas ditunjukkan Iyan sebagai seorang sinematografer. Terima kasih tak terhingga kepada para talen dari SMAN 1 Nganjuk dan komunitas sudut lensa Nganjuk yang dikoordinir Mbak Desy, Mas Alfian Cahyo, dan Mas Dargo, mereka dengan sabar menjalani proses pembuatan iklan “Kartune Cah Nganjuk”

Spesial thankyu kepada Agoes Purnomo (AP) atau Markoen, yang memberikan kepercayaan kepada kami semua kala itu. Tidak ada hasil yang sempurna mungkin dalam menelurkan sebuah karya sinematografi. Salam kompak persahabatan untuk semua yang terlibat dalam mewujudkan karya sinematografi tersebut.

Kenangan : Agus Karyono

 

Komentar

News Feed