oleh

Memuaskan di Tanjunganom, Petroganik Kembali Demplot di 5 Kecamatan

Nganjuk- Demplot atau demontration plot adalah suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan. Setelah sukses melakukan demplot di wilayah Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Petroganik kembali melakukan demplot di 5 wilayah Kecamatan di Kabupaten Nganjuk.

Demplot : Pertahankan unsur hara organik pada tanah, dengan keseimbangan pupuk organik dan anorganik. Dengan hasil panen stabil kesadaran masyarakat untuk menggunakan pupuk petroganik akan terus tumbuh (Bima)

“Kita ingin mengulang sukses demplot petroganik dan phoska plus yang bisa menghasilkan produktifitas padi semakin meningkat. Hasil kemarin di wilayah Kecamatan Tanjunganom bisa menghasilkan 15.376/Ha hasil ubinan,” ujar Hardi Subani perwakilan PT Hutomo Putra selaku mitra Petronganik di Kabupaten Nganjuk saat berbincang dengan Akurasinews.com. Kamis (04/04/2019).

Hardi, begitu sapaan akrab pria tinggi tersebut mengatakan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan 6 kelompok dari 5 wilayah Kecamatan, diantaranya Wilayah Kecamatan  Ngetos, Sawahan, Loceret, Sukomoro dan Gondang, “Dari masing-masing wilayah kita sudah lakukan sosialisasi dan kelompok tani menerima dengan baik, dan demplot sudah terlaksana,” paparnya.

Kesadaran : Demplot Petroganik merupakan salah satu langkah nyata untuk mempertahankan unsur hara organik pada tanah, dengan keseimbangan pupuk organik dan anorganik dan hasil panen stabil kesadaran petani untuk menggunakan pupuk petroganik akan terus tumbuh (Bima)

Kelima kelompok tani, lanjut Hardi diantaranya Ngudi Bagyo 2  Desa Ngujung Kecamatan Gondang. Kelompok Tani Randu Agung Desa Kapas Kecamatan Sukomoro. Kelompok Tani Cahyo Martani Desa  Kedungsuko Kecamatan Sukomoro. Kelompok Tani Sidomukti Desa Kenep Kecamatan Loceret. Kelompok Tani Margi Tani Desa Mojoduwur Kecamatan Ngetos dan Kelompok Tani Rukun Makmur dari Sidorejo Kecamatan Sawahan, “Untuk Kecamatan Sukomoro ada dua Poktan (Kelompok Tani),” jelasnya.

Keenam Poktan tersebut, lanjut Hardi menanam beragam jenis varietas padi, karena setiap kelompok tani memiliki pendapat berbeda mengenai varietas padi tersebut, “Ada yang menanam varietas Tropiko, Ciherang atau Inpari 32, Inpari 42, Situ Bagendit dan Cinta Nur, dengan verietas berbeda ini pula bisa diketahui jika Petroganik ini cocok untuk berbagai macam varietas atau jenis padi,” katanya.

Kesadaran : Demplot Petroganik merupakan salah satu langkah nyata untuk mempertahankan unsur hara organik pada tanah, dengan keseimbangan pupuk organik dan anorganik dan hasil panen stabil kesadaran petani untuk menggunakan pupuk petroganik akan terus tumbuh (Bima)

Mengenai lahan, masih kata Hardi, disetiap kelompok tani berbeda. Tergantung dari hasil komunikasi kami dengan kelompok tani, “Kelompok tani Ngudi Bagyo 2 misalnya, dilahan milik Pak Nursyalim kita lakukan demplot dilahan seluas 0,5 Ha. Hal itu berbeda dengan demplot di Poktan Cahyo Martani, di sawah milik Bapak Samsul Hadi kita lakukan demplot pada sawah seluas satu hectare,” urainya.

Selain itu Hardi juga menjelaskan mengenai komposisi berimbang antara penggunaan Petroganik, Phoska Plus dan Za untuk setiap hectare lahan demplot, “ Untuk komposisinya setiap hectare tanaman padi, Pteroganik 1500, Phoska Plus 300 dan Za 200, dan itu sudah pernah kita lakukan di wilayah Kecamatan Tanjunganom, hasilnya panen petani menjadi lebih baik,” tandasnya.

Panen Stabil : Penggunaan pupuk secara berimbang antara organik dan anorganik bukan mengakibatkan penurunan hasil panen, namun justru menstabilkan bahkan bertambah dengan penggunaan dan komposisi yang benar (Bima)

Demplot tersebut, lanjut Hardi akan terus dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk. Dengan dilakukan demplot diberbagai wilayah kecamatan diharapkan kedepan para petani lebih sadar menggunakan petroganik dan tidak takut hasil panen menurun, “Intinya kita ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat, sekaligus menunjukkan hasil bahwa menggunakan petroganik itu tidak akan mengurani hasil namun hasil tetap stabil bahkan mengalami peningkatan, dan unsur hara organic pada tanah tetap terjaga,” pungkasnya.

Reporter  : Agus Bima

Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed