oleh

Ya Lal Wathon, Bawaslu Nganjuk Gelar Sosialisasi dan Pengawasan Partisipatif

Nganjuk – Ya Lal Wathon. Ya Lal Wathon. Ya Lal Wathon. Hubbul Wathon minal Iman. Wala Takun minal Hirman. Inhadlu Alal Wathon. Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon. Hubbul Wathon minal Iman. Wala Takun minal Hirman. Inhadlu Alal Wathon. Indonesia Biladi. Anta ‘Unwanul Fakhoma. Kullu May Ya’tika Yauma. Thomihay Yalqo Himama. Kullu May Ya’tika Yauma. Thomihay Yalqo Himama. Begitulah bait lagu Ya lal Wathan (Cinta Tanah Air) Ciptaan KH. Abdul Wahab Chasbullah menjadi pembuka rangkaian acara Sosialisasi dan Deklarasi Pengawas Partisipatif yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk bersama dengan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Berbek di Desa Semare Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Senin (08/04/2019)

Semangat : PC Ansor Nganjuk bersama Komisioner Bawaslu Nganjuk saat menyanyikan lagu Ya Lal Wathon, di sesi pembukaan acara deklarasi dan sosialisasi pengawas Partisipatif di Semare Berbek (Bima)

Para pemuda Ansor bersama dengan Barisan Serbaguna (Banser) Kecamatan berbek terlihat begitu antusias dan semangat ketika menyanyikan lagu Ya Lal Wathon. Dengan mengepalkan tangan secara kompak mereka menyayikan lagu religi tersebut bersama dengan para komisioner Bawaslu setelah menyayikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Ketua Bawaslu Nganjuk Abdul Aziz S.sos, mengatakan sosialisasi partisipatif dan deklarasi anti money politik ini merupakan rangkaian kerjasama Bawaslu Nganjuk dengan organisasi masyarakat yang ada, “Sebenarnya sebelumnya kita juga sudah menggelar rangkaian acara seperti ini, sebelumnya kita juga kerjasama dengan pihak kampus dalam rangka mensosilisasikan pengawasan pemilu pada 17 April mendatang,” ungkapnya.

Semangat : PC Ansor Nganjuk bersama Komisioner Bawaslu Nganjuk saat menyanyikan lagu Ya Lal Wathon, di sesi pembukaan acara deklarasi dan sosialisasi pengawas Partisipatif di Semare Berbek (Bima)

Mengenai jumlah ormas (organisasi masyarakat) yang telah digandeng oleh Bawaslu dalam rangka turut melakukan pengawasan partisipatif di Kabupaten Nganjuk sudah hampir semua diajak, “Hanya saja secara simbolis atau penanda tanganan baru kita lakukan dengan pihak kampus dan PC Ansor Nganjuk,” paparnya.

Dengan melibatkan seluruh ormas, lanjut Abdul Aziz, diharapkan kedepan masyarakat menjadi lebih cerdas dalam bersikap ketika mengetahui pelanggaran pemilu, “Bawaslu tupoksinya melakukan pengawasan, mencatat dan menindak pelanggaran pemilu, dengan melibatkan ormas untuk melakukan pengawasan partisipatif, artinya masyarakat berpartisipasi dalam kepengawasan, kita memang harus bersama masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu, termasuk pada masa kampanye, masa tenang serta pemungutan dan penghitungan suara,” katanya.

Pemilu Berkualitas : Yadianto Wakil Ketua I PC Ansor Nganjuk mengatakan, dengan ikut melakukan pengawasan, pemuda Ansor Nganjuk ingin mewujudkan pemilu berkualitas (Bima)

Sebagai Badan Pengawas, kata Abdul Aziz lagi, Bawaslu juga telah melakukan langkah antisipasi dalam melakukan pencegahan terhadap pelanggaran-pelanggaran terkait pemilu. “Rangkaian kegiatan pencegahan pelanggaran juga telah kita lakukan dengan sasaran kelompok masyarakat. Dengan demikian kita harapkan masyarakat paham mengenai aturan pemilu sesuai dengan Undang-Undang,” ungkapnya.

Sejauh ini, masih menurut Abdul Aziz, pelanggaran pemilu yang terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk masih bersifat administratif, “Surat pemberitahuan kegiatan yang tidak sesuai prosedur, bahan kampanye maupun alat peraga kampanye (APK). Untuk pelanggaran yang sifatnya fatal masih belum kami temukan dan belum ada laporan dari masyarakat,” pungkasnya.

Deklarasi : Seluruh Komisioner Bawaslu Nganjuk, perwakilan PC Ansor Nganjuk, Banser, Fatayat, IPPNU dan Banom NU Nganjuk yag lain melakukan penanda tanganan deklarasi pemilu anti money politik di Semare Berbek (Bima)

Sementara itu, Yadianto Wakil Ketua I Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Nganjuk menyambut baik sosialisasi pengawas partisipatif dan deklrasi anti money politik yang digelar oleh Bawalu Kabupaten Nganjuk tersebut.

“Pada dasarnya kami para pemuda ansor menyambut baik sekali acara yang digelar oleh Bawaslu ini. Karena apa pengawasan pada Pemilu 17 April mendatang adalah tanggung jawab kita juga sebagai pemuda ansor Nganjuk,” kata Yadianto.

Dengan ikut melakukan pengawasan, lanjut Yadianto pemuda Ansor Nganjuk bersama dengan masyarakat untuk mewujudkan pemilu berkualitas dan tanpa ada politik uang atau money politik, “Terima kasih kami sampaikan kepada Bawaslu Nganjuk yang telah memfasilitasi rangkaian acara sosialisasi sekaligus deklarasi anti money politik ini,” paparnya.

Selain itu, lanjut Yadianto, PC Ansor Nganjuk juga tetap menjaga netralitas demi terwujudnya pemilu yang berkualitas. “Dengan turut melakukan pengawasan bersama dengan masyarakat, Pemuda Ansor Nganjuk mengingkan pemilu berkualitas tanpa adanya money politik,” tutupnya.

Ditengah rangkaian acara dilakukan pembacaan naskah deklarasi pemilu anti money politik dipimpin oleh pengurus PC Ansor Nganjuk dan diikuti oleh peserta sekaligus dilakukan penanda tanganan pemilu damai anti money politik. (Advetorial)

Reporter  : Agus Bima

Editor       : Agus Karyono

Komentar

News Feed