oleh

Dua Hari Diguyur Hujan, Lima Kecamatan di Kota Santri Terendam

Jombang – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Jombang selama dua hari mengakibatkan banjir di beberapa desa di tiga Kecamatan. Kondisi terparah berada di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Jombang dengan ketinggian air mencapai dua meter sampai merendam pemukiman warga, Selasa (9/4/2019).

Kawasan Desa Kademangan ini memang selalu mendapat langganan banjir saat curah hujan tinggi. Beberapa titik lokasi lain yang juga terkena dampak banjir ada enam desa diantaranya, Desa Kalibening, Kademangan, Sanan, Mancilan, Betek, dan Desa Balongsono.

Tanggul Jebol : Tanggul sungai di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Jebol hingga air meluber ke areal persawahan warga setempat (Istimewa)

Data dari BPBD Kabupaten Jombang pada Rabu (10/4/2019), luapan banjir juga melanda di sejumlah kawasan Kecamatan Jombang dengan ketinggian air mencapai setengah meter dan ada 4 dusun serta 5 desa di kota santri terkena dampak banjir yakni,  Dusun Gentengan, Pulo Kalimalang, Pulo Panden, Pulo Kulon di Desa Pulo Lor, Dusun Pulodadi Desa Sengon, Dusun Sambong Santren Desa Dukuh, Dusun Krapak Desa Mojokrapak, Dusun Bangle Desa Dapur Kejambon, Kecamatan Jombang.

Kemudian, untuk kawasan lain yang juga terkena banjir seperti di Dusun Gebangsari Desa Trawasan Kecamatan Sumobito, serta Dusun/Desa Belut Kecamatan Jogoroto dan Dusun Ngudi Desa Tugu Sumberejo, serta Jalan KH Romli Tamim Kecamatan Peterongan.

Terendam : Kondisi Banjir di Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang yang masih terendam banjir (istimewa)

Meskipun banjir sempat surut di Desa Pulo Lor tetapi luapan air sungai kembali datang membanjiri pemukiman warga hingga sampai setengah meter. Akibatnya, aktivitas warga sempat terhenti dan menghambat proses belajar mengajar karena terkena banjir.

Karena terendam banjir para siswa dinaikkan ke mobil BPBD Jombang untuk diantar pulang dan untuk para warga yang kediamannya terendam banjir terpaksa diungsikan di masjid desa setempat, namun sebagian warga tetap bertahan untuk menjaga barang-barang niliknya.

“Yang kami pantau di Desa Pulo Lor ada lima RT (rukun tetangga) yang terendam dari masing masing RT ada 40 KK yang masuk, RT 2 ada 40 rumah, RT 3  ada 30 rumah, RT 4 ada 60 rumah, RT 5 ada 30 rumah ini yang sudah masuk,” kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) Jombang, Gunadi ketika ditemui awak media dikantornya, Rabu (10/4/2019).

Bahkan, tanggul sungai di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Jebol hingga air meluber ke areal persawahan. Akibatnya, tanggul yang sepanjang hampir tiga meter itu tak bisa menahan derasnya arus air yang begitu deras hingga membanjiri area persawahan warga setempat.

Diantar mobil petugas : Akibat terendam banjir siswa-siswi dari SD-SMP Islam Roushon Fikr diantar oleh mobil BPBD Jombang saat pulang sekolah (Istimewa)

Menurut Gunadi, saat ini debit air masih meningkat tapi kondisi di hulu telah kembali normal “Kalau dibawah ini dari sawah-sawah yang meluber di sungai. Dampak terparah di Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang dan 3 Desa Denanyar, Sambong, serta Tambakrejo pun turut terendam banjir. Kemudian di Kecamatan Tembelang juga ada Desa Mojokrapak dan Pesantren. Jadi ada dua kecamatan yang terdampak, yang terparah di Kecamatan Jombang,” terangnya.

Gunadi menambahkan, terkait kawasan yang terendam banjir tersebut  belum bisa memaparkan bahwa lokasi itu merupakan langganan banjir. Pihaknya hingga kini masih berkoordinasi dengan dengan dinas terkait. “Ini masih koordinasi dengan PU Pengairan untuk normalisasi sungai,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pada malam harinya, relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) Dinas Sosial Kabupaten Jombang, juga sudah mendirikan dapur umum di kawasan Desa Pulo Lor, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir di kota santri.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed