oleh

Dinsos, Gelar Gerakan Spontanitas untuk Balita Gizi Buruk Kota Santri

Jombang – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang bersama Pemerintah Kecamatan Diwek dan Desa Bandung melakukan gerakan spontanitas kepedulian sosial kepada balita menderita gizi buruk bernama Muhammad Hafis Al Arkan usia 16 bulan, putra dari pasangan Imam Wahyudi (38) dan Abi Rahayu (32) asal Dusun Gebangmalang, Desa Bandung Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Selasa (16/4/2019).

Sejumlah pegawai dilingkup dinas sosial melihat kondisi Hafis yang memprihatinkan namun masih bisa tertawa dan merasa takut karena dikelilingi orang-orang sosial yang baru dikenalnya.

Kunjungan spontanitas tersebut memang sengaja dilakukan oleh Pimpinan Dinas Sosial, Kecamatan serta Desa setempat, untuk memberikan support sekaligus pengarahan kepada keluarga balita terkait perawatan balita gizi.

Menurut Kadinsos Jombang, M Saleh setelah dilakukan  identifikasi Hafis, memiliki sejumlah penyakit, seperti kelainan jantung, kaki X dan gizi buruk atau komplikasi.

“Terutama gizi buruknya yang harus dikembalikan secara normal kembali. Jadi dari sisi Dinas Sosial, kami selalu melakukan pengawalan-pengawalan terkait klien-klien seperti kemarin yang ada di Kecamatan Kudu kita kawal sampai tuntas dan kini perkembangannya sudah kita sampaikan ke Kementerian Sosial,” papar M Saleh kepada media

M Saleh juga mengungkapkan bahwa, balita gizi buruk harus mendapatkan perlakuan khusus untuk mendapatkan bantuan sosial secara kompleksitas, baik itu dari PKH, bansos pangan dan KIS. Akan tetapi, untuk kasus yang berada di Kudu lebih besar ke aspek psikologis motivasinya agar para keluarga bisa datang ke rumah sakit untuk berobat.

“Dan kondisi Hafis pun juga demikian, kita harapkan keluarga tetap sabar, tetap ikhlas dan harus mengawal sampai buah hatinya ini benar-benar bisa kembali jadi anak yang normal,” tegasnya.

Sementara itu, Imam Wahyudi ayahanda Hafis yang saat ini bekerja serabutan menceritakan bahwa, penyakit yang diderita oleh putra terakhirnya ini memang sejak lahir telah memiliki cacat bawaan dari bibir sumbing hingga sekarang ini gizi buruk.

Dan sudah sejak bayi rutin ke RSUD, poli anak serta untuk kakinya ke poli orto dan pernah mengalami muntaber sempat kejang hampir selama sebulan di RSUD dengan memakai BPJS Mandiri.

Bahkan dia sempat memutuskan tidak bekerja demi mendampingi anaknya ketiganya yang telah ditunggunya selama 7 tahun, sebelum anak pertama meninggal dan kedua keguguran saat berumur satu bulan setengah, barulah lahir Hafis.

“Dengan adanya bantuan ini, kami sebagai pihak sekeluarga merasa bersyukur atas bantuan dari Dinas Sosial dan temen-teman dilingkup sosial semuanya. Saya juga berharap, anak saya cepat sehat seperti semula,” pungkas Ayahanda Hafis.

Reporter : Taufiqur Rahman

Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed