oleh

KPU & Bawaslu Nganjuk, Pastikan Tidak Ada Kecurangan Perhitungan Suara

Nganjuk – Pasca pemilihan umum (Pemilu) serentak Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) serta Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Caleg) mulai tingkat Pusat DPR RI, Tingkat I Provinsi (DPRD I) maupun tingkat Kabupaten (DPRD II), saat ini masing – masing pendukung capres cawapres maupun peserta pemilu diliputi was-was tentang hasil perhitungan perolehan suara sebagai penentu pesta demokrasi 5 tahunan tersebut.

Tidak berlebihan kiranya, baik pendukung maupun peserta diliputi kecemasan karena selisih perolehan suara adalah penentu akhir seseorang peserta dinyatakan menduduki jabatan yang telah diincarnya setelah melalui serangkaian proses panjang kampanye untuk mendulang perolehan suara.

Peserta maupun pendukung khawatir kecurangan dalam proses perhitungan terjadi, untuk itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nganjuk, Yudha Harnanto SH,MH dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nganjuk Abdul Aziz S.sos, memastikan untuk pemilu 17 April 2019 kemarin dijamin keakurasiannya dan menjamin tidak akan kecurangan dalam proses perhitungan suara.

“Kita jamin, pola kerja perhitungan KPU itu berjenjang bukan seperti lembaga survei, kita punya prosedur, punya mekanisme yang tidak akan mungkin orang melakukan kecurangan,” ujar Ketua KPU Nganjuk Yudha Harnanto saat berbincang dengan akurasinews.com. Sabtu (20/04/2019)

Semua mekanisme, lanjut Yudha sapaan akrabnya, di bawah kontrol KPU Daerah hingga KPU pusat dan terbuka bagi semua pihak. Mulai dari kotak surat suara dibuka di tempat pemungutan suara (TPS) dan berita acara manual Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Dan untuk diketahui, rekapitulasi akan dilakukan di tingkat kecamatan atau PPK setelah dari TPS, jadi jangan khawatir, kita transparan dalam perhitungan, semua pesertakan memiliki saksi di masing masing TPS, dan saksi memiliki hak untuk ikut mencatat C1 Plano,” paparnya.

Usai rekap tingkat Kecamatan, kata Yudha lagi, rekapitulasi akan dilakukan ditingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional atau pusat, ” Sistem atau mekanisme perhitungan KPU telah diubah, dan saat ini kita juga telah memiliki Sistem Informasi Perhitungan atau Sitong yang setiap warga bisa mengakses atau melihat C1 dari tiap tiap TPS diseluruh Indonesia,” katanya.

Situng, menurut Yudha Harnanto merupakan salinan dari C1 dari tiap tiap TPS yang ada, oleh KPU di scan kemudian dikirimkan ke KPU RI dan oleh KPU RI dibuka secara umum dan setiap peserta maupun masyarakat umum bisa mengakses atau bahkan mendownloadnya.

“Jadi tidak ada alasan kekhawatiran, karena dari TPS, sudah langsung ke KPU Nganjuk kemudian oleh operator Situng di scab dan dikirim ke KPU RI, setelah itu diunggah kembali oleh KPU RI dan hasilnya bisa dilihat sesuai dengan hasil C1 di TPS, jadi setiap orang bisa melihat berapa perolehan suara peserta pemilu 2019 ini,” tandasnya.

Senada juga disampaikan oleh ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk yang juga memastikan proses penghitungan surat suara dilakukan secara transparan. Hal ini akan mencegah terjadinya kecurangan maupun pencurian suara sebagaimana yang dikhawatirkan oleh peserta pemilu.

Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, proses penghitungan surat suara dilakukan secara berjenjang mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS), Panitia Pemilihan Kecamatan, hingga di pusat. Jika terjadi kesalahan, maka akan dilakukan koreksi rekapitulasi suara di tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau ada kesalahan hitung di TPS, bisa dikoreksi di PPK. Demikian juga ketika rekap di PPK ada kesalahan, bisa dikoreksi di rekap kabupaten, sampai tingkat pusat,” ungkap Abdul Aziz ditemui akurasinews.com dikantornya. Jalan Dermojoyo Kota Nganjuk.

Bukan hanya itu, proses penghitungan untuk Pemilu 2019 ini Bawaslu telah menyiapkan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), ” Jadi tidak perlu khawatir, Bawaslu disetiap TPS juga menempatkan petugas yakni PTPS, jadi yang memiliki salinan C1 dari tiap TPS, tidak hanya KPU Bawaslu juga punya, saksi dari peserta juga punya jadi jangan khawatir tentang suara yang hilang atau berpindah ke peserta lain,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Aziz sapaan akrab Ketua Bawaslu Nganjuk, Pemilu selain dipantau oleh KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara juga dipantau langsung oleh pengawas independen. Bahkan KPU menyiapkan form keberatan catatan kejadian khusus atau form C2 untuk mencegah terjadinya kecurangan di pemilu 2019.

“Pemantau pun ada di luar. Kalau dia melihat kecurangan, ada kesalahan, bisa sampaikan kepada kami. Kami akan melakukan koreksi, untuk koreksi dilakukan oleh KPPS dan jajaran KPU-nya. Jadi menurut saya itu adalah proses yang sangat terbuka,” tandas Aziz

Reporter : Agus Bima
Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed