oleh

“Sejuta Surat untuk Selamatkan Bumi” Aktivis Kota Santri Peringati Hari Bumi

Jombang – Puluhan aktivis lingkungan melakukan aksi lestari dengan membentangkan spanduk bertuliskan Sejuta Pesan untuk Bumi tentang pentingnya membuang sampah dalam memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, di depan Pendopo Alun-alun Kabupaten Jombang, Senin (22/4/2019).

Para aktivis lingkungan ini juga mengajak berbagai komunitas, mahasiswa dan pelajar kalangan pecinta alam kota santri untuk memperingati Hari Bumi Sedunia yang bertajuk ‘Sejuta Surat Untuk Selamatkan Bumi’.

Terlihat dalam aksi damai itu puluhan kertas bertuliskan pesan pelestarian lingkungan atas isu-isu lingkungan terkait banjir, sampah, perusakan pohon-pohon di sepanjang jalan hingga penambangan liar dan pesan selamatkan bumi dari polusi pabrik-pabrik tertulis jelas.

Aksi lestari lingkungan yang hampir di seluruh dunia digelar di Hari Bumi ini memang punya peran penting terhadap menyelamatkan pelestarian yang ada dilingkungannya masing-masing. Tentu kalau dari para penggiat aktivis di Jombang ada berbagai kegiatan lainnya seperti Donor Darah serta Lapak Lestari dan tukar sampah jadi berkah dan

“Sehubungan dengan acara hari ini, tujuan kita memberikan sejuta surat ini memang untuk kita sampaikan kepada seluruh masyarakat di Jombang ataupun diluar kota lainnya. Harusnya kita sadar juga atas konflik-konfik tentang sampah, salah satunya di Kecamatan Mojoagung. Setidaknya kita disini juga ingin memperlihatkan bahwasanya kita harus sadar juga tentang lingkungan atau sampah,” ungkap Koordinator aksi peringatan hari bumi, Rendi Nur Diansyah kepada akurasinews.com di depan pendopo alun-alun Kabupaten Jombang.

Menurut Rendi, pemberian pesan kepada masyarakat ini agar lebih memperhatikan lagi lingkungan, sekaligus memberikan usulan kepada pemerintah tentang sampah, sehingga melakukan terobosan untuk menyelamatkan kota santri dari
Sampah yang menyebabkan banjir maupun dampak negatif lainnya.

“Kita minta kepada Pemerintah Daerah di beberapa kecamatan di Jombang diberikan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) karena seperti di Kecamatan Mojoagung tidak ada TPA. Dari situ kita berharap juga kepada Pemerintah saling membantu dan bekerjasama untuk menjaga lingkungan di kota santri,” tegas Blangkon sapaan akrab Rendi yang juga Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Trisula Universitas Darul ‘Ulum Jombang.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh para aktivis lingkungan beserta kalangan komunitas di Hari Bumi Sedunia ini.

Bentuk aspirasi dari masyarakat Jombang tentang sampah ini juga telah ada Peraturan Daerah (Perda) di Jombang, yang mana dari sampah rumah tangga telah dipilah-pilah mana yang sampah organik dan mana yang non organik. “Semoga tahun depan bisa dipergunakan perda tersebut, saya sangat mengapresiasi semangat masyarakat untuk menjadikan Jombang ini menjadi bersih dari sampah, seperti tagline Kabupaten Jombang yaitu, bersih, indah dan nyaman,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rahman
Editor       : Agus Karyono

Komentar

News Feed