oleh

Bawaslu Rekomendasikan Hitung Ulang 23 TPS di Kota Santri

Jombang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jombang merekomendasikan 23 TPS (tempat pemungutan suara) dilakukan hitung ulang, rekomendasi itu turun setelah diduga adanya salah perhitungan surat suara legislatif.

Menurut Komisioner Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jombang, Dafid Budiyanto, kasus tersebut terjadi di Jombang, ketika surat suara legislatif yang telah tercoblos di nama caleg (calon legislatif) beserta tanda partai ini malah dihitung dua suara, dan seharusnya hal itu dihitung satu untuk suara caleg saja.

“Seharusnya itu suara sah untuk caleg, nah itu yang terjadi dihitung suara sah untuk caleg dan satu untuk partai. Jadi jumlahnya tidak sama,” ungkap Dafid saat dihubungi awak media ketika via seluler, Selasa (23/4/2019).

Dalam catatan yang diterima oleh Bawaslu Jombang, kasus itu terjadi di 9 kecamatan dengan total 23 TPS di Jombang. “Hitung ulang ini atas rekomendasi Panwascam, karena menemukan coblos dua dan dihitung dua partai dan caleg itu,” jelasnya.

Mengetahui hal itu, Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Jombang, Ja’far membenarkan proses hitung ulang dikarenakan salah hitung. Pada proses itu baru diketahui ketika rekapitulasi di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), kemudian saat dilakukan hitung ulang, telah disaksikan oleh Panwascam dan para saksi partai.

“Ketemunya itu saat kita menggunakan aplikasi, kok surat suara sah tidak sama dengan perolehan, akhirnya direkomendasikan oleh Bawaslu untuk hitung ulang,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman
Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed