oleh

SPDP Dugaan Pembunuhan Dara Jelita Mangundikaran

Nganjuk – Teka-teki kematian  Vicky Febrian Pawai (28) dara cantik asal Jalan Barito I Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan/Kabupaten, Nganjuk, Jawa Timur pada 30 Maret 2019 lalu terkuak. Kejaksaan Negeri Nganjuk menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau (SPDP) dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Nganjuk.

“Untuk SPDPnya, ini melanggar pasal 338 tentang pembunuhan, berdasarkan SPDP dari Kepolisian untuk pelaku berinisial SW untuk pekerjaan Polri,” ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Nganjuk, Roy Ardian Nur Cahya SH,MH, Rabu (24/04/2019) kepada awak media diruang kerjanya.

Namun begitu, Kasi Pidum Kejari Nganjuk masih belum memberikan keterangan secara rinci terkait SPDP dari pihak Kepolisian tersebut, “Terkait apakah ada penambahan tersangka nanti biar penyidik (Polres) saja yang menjelaskan, kalau untuk SPDPnya tertanggal 30 Maret 2019, dan kemarin Polres juga mengajukan perpanjangan penahanan,” jelasnya.

SPDP : Roy Ardian Nur Cahya SH, MH, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Nganjuk membenarkan terkait SPDP dugaan pembunuhan Vicky (Akurasi TV)

Seperti diberitakan, Vicky meninggal dunia karena mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya bypass Kelurahan Begadung Kecamatan/Kabupaten Nganjuk Pada Jumat Malam Tanggal 29 Maret 2019 lalu.

Namun karena karena luka yang dialami oleh Vicky di bagian wajah hanya terdapat luka gores dan memar yang membekas. Serta sepeda motor Honda Scoopy bernopol AG 2485 UU yang dikendarainya hanya mengalami rusak ringan polisipun melakukan penyelidikan.

Menurut Keterangan Agung Nurcahyo,  orang tua Vicky, putrinya pada Jumat malam sekitar pukul 18.30 WIB, berpamitan keluar dengan membawa sepeda motor. Setelah itu, dia mendapat kabar dari seorang laki-laki purnawirawan polisi yang merupakan teman dekat putrinya itu.

Laki-laki yang belakangan diketahui berinisial KDR seorang purnawirawan Polri itu mengatakan jika Vicky meninggal pada Jumat sekitar pukul 21.00 WIB karena kecelakaan tunggal di perempatan lampu merah by pass Begadung Kota Nganjuk.

“Malam sekitar jam setengah tujuh Vicky itu pamit mau keluar dengan membawa sepeda, tapi bukan ke arah utara melainkan ke arah selatan. Setelah itu saya menerima kabar dari Pak Kadir, pacar anak saya kalau dia mengalami kecelakaan di By Pas Begadung, karena itu saya langsung menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk,” jelasnya.

Meski Agung Nurcahyo tidak mau berprasangka atau curiga, namun hasil otopsi dari tim medis menyebutkan jika Vicky putri kesayangannya meninggal karena dugaan pembunuhan, “Kalau hasil otopsi atau visum medis, anak saya meninggal karena diduga dibunuh,” paparnya.

Reporter  : Agus Bima

Editor      : Agus Karyono

Komentar

News Feed