oleh

Liburan, Lima Mahasiswa Unhasy Meninggal Dunia di Tol Madiun-Nganjuk

Jombang  – Lima mahasiswa Fakultas Manajemen Pedidikan Islam Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng, Kabupaten Jombang dikabarkan meninggal dunia ketika kendaraan mini bus yang ditumpanginya menabrak truk tronton di Jalan Raya KM 638.400 jalur A Tol Madiun – Nganjuk, Jumat (26/4/2019) pukul 02.15 WIB.

Dari data yang dihimpun akurasinews.com, dalam kecelakaan dilokasi tersebut kendaraan mini bus  Toyota Travello bernopol H 1138 VS yang ditumpangi sebelas mahasiswa Unhasy ini dalam perjalanan pulang usai liburan dari Yogyakarta menuju ke Jombang.

Hancur : Kondisi minibus yang ditumpangi 11 mahasiswa Unhasy yang lima diantaranya meninggal setelah melabrak truk tronton di Tol Madiun Nganjuk (Istimewa)

Sebelum kecelakaan terjadi, mini bus yang ditumpangi 11 mahasiswa Unhasy ini melaju  cepat di jalur kanan dengan perkiraan kecepatan 110 km perjam. Diduga karena menempuh perjalanan cukup jauh dari Yogyakarta, pengemudi yang juga berkuliah di kampus Tebuireng ini kemungkinan mengalami kelelahan dan mengantuk.

Sesampainya di KM 638.400, kendaraan mini bus ini mendadak setirnya mengarah ke lajur kiri, tanpa disadari karena kaget didepannya telah ada Truk Tronton bernopol B 9586 MB, alhasil akhirnya bagian depan mobil ringsek menabrak bagian belakang truk sehingga mengakibatkan Laka Lantas di Jalan Raya Tol Madiun – Nganjuk.

Atas kejadian itu, Kelima mahasiswa Unhasy dikabarkan meninggal dunia yakni diantaranya, Zuhdi F (24) mahasis (sopir) asal Sukomoro, Nganjuk, serta empat penumpang dari luar kota dan luar pulau Jawa, bernama Badiatul M (22) asal Sumenep, Madura, Syamsul H (23) asal Palembang, Agustia (22) asal Pontianak dan Sulaimatul (22) asal Palembang.

Sementara itu lima penumpang lain yang mangalami luka-luka diantaranya, Nur Irfa Maaliyah (22) asal Subang, Jawa Barat, Fitriana Dewi (25) asal Diwek, Jombang, Bilqis Fatimatus (22) asal Diwek, Jombang, Miftahul Binti (22) asal Puncu, Kediri, Miftahul Mulya (22) asal Kepung, Kediri dan satu mahasiswa yang berhasil selamat bernama Yusuf Yusian (22) asal Kanciran, Kendal, Jawa Tengah.

Evakuasi : Petugas melakukan evakuasi terhadap para korban mahasiswa Unhasy di Tol Madiun-Nganjuk usai mengalamai kecelakaan yang merenggut lima nyawa (Istimewa)

Selain itu supir serta kernet truk tronton selamat yakni, M Khamdi (34) dan Wahyu (30) asal Sengonbugel, Mayong, Jepara.

Empat korban telah dibawa ke rumah duka masing-masing ke luar kota hingga ke luar Jawa. Namun salah satu mahasiswa Unhasy dimakamkan di komplek pemakaman umum Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, yang tak jauh dari komplek pondok pesantren Tebuireng Jombang, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga korban putri asal Palembang bernama Suliamatul Azizah (22) yang juga santri di Pondok Pesantren Al-Masruriyah Tebuireng, Jombang.

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Masruriyah Tebuireng, KH Agus Mohammad Zaki mengatakan, jenazah santri putrinya bernama Suliamatul Azizah tadi tiba di Ponpes Al-Masruriyah sekitar pukul 15.10 WIB, kemudian jenazah ini langsung disholatkan oleh para pengurus serta sejumlah temannya dan santriwati di pondok. Dimakamkan di Tebuireng ini atas permintaan keluarga dan disetujui oleh pihak pondok.

“Dimakamkan disini itu karena, jarak antara rumah dengan bandara itu kurang lebih sekitar 12-13 jam. Artinya kalau dibawa kembali ke Palembang akan membutuhkan waktu yang lama. Akhirnya orang tua meminta ke pondok untuk dimakamkan di pemakaman umum warga Tebuireng,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Masruriyah Tebuireng yang akrab disapa Gus Zaki ketika diwawancarai awak media setelah melaksanakan shalat jenazah di PP Al-Masruriyah, Jalan Irian Jaya, Desa Cukir, Kecamatan Tembelang, Jumat (26/4).

Gus Zaki juga menyampaikan, jenazah santriwatinya ini telah berada di pesantren sudah 8 tahun. Kemungkinan jenazah akan dimakamkan hari ini, sekitar pukul 23.00 WIB dan sambil menunggu kedatangan pihak keluarga datang ke Tebuireng.

“Tadi rencananya akan dimakamkan jam 4 sore. Tetapi karena Ayah ibunya masih dalam perjalanan, akhirnya keluarga meminta pemakaman ditunda karena ini pertemuan terakhir keluarga dengan jenazah putrinya,” terangnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor     : Agus Karyono

Komentar

News Feed