oleh

132 Hari, Polres Jombang Ringkus 162 Tersangka & 3 Bede Narkoba

Jombang – Kerja keras Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Jombang selama 132 hari membuahkan hasil untuk menurunkan peredaran narkoba di kota santri. Mulai bulan Januari hingga Mei 2019 Anggota unit ini berhasil mengungkap sebanyak 139 kasus dengan total keseluruhan ada 162 tersangka dan 3 Bandar Gede (Bede) Narkotika jenis Sabu serta Obat Keras Berbahaya (Okerbaya) jenis pil dobel l.

Menurut Kasatresnarkoba Polres Jombang, Ajun Komisaris Polisi Mohammad Mukid, dari rincian 5 bulan selama 132 hari jumlah ungkap keseluruhan ada 139 kasus dan sebanyak 162 tersangka berhasil diringkus dari pengembangan tersangka lainnya maupun dari bandar narkoba jenis golongan satu hingga Okerbaya.

Dalam narkotika jenis sabu ada 68 kasus dengan jumlah 80 tersangka dan untuk jenis Okerbaya ada 71 kasus dengan total ada 82 tersangka. Kemudian untuk barang bukti keseluruhan yang diamankan untuk Okerbaya ada 889.365 butir pil dobel L dan Narkotika sebanyak 126, 82 gram sabu-sabu.

” Dari tangkapan ini, ada 3 bandar diantaranya, 2 Bandar lelaki dengan memasok 35 ribu butir pil dobble l yang dipasoknya dari Surabaya lalu diedarkan di Jombang dan 1 bandar perempuan dengan inisial KR atau Jabrik berasal dari Mojokerto yang sampai melibatkan 13 tersangka diantaranya 2 tersangka perempuan kita amankan diwilayah kota santri,” ungkap AKP Mukid dalam pers rilis di Mapolres Jombang, Selasa (14/5/2019) sore.

Dalam tangkapan narkotika serta Okerbaya ini, Satresnarkoba Polres Jombang tidaklah bergerak sendiri namun dibantu oleh Polsek jajaran. AKP Mukid menjelaskan, dari tangkapan para anggotanya, Satresnarkoba ungkap 77 kasus dari Narkotika ada 61 kasus dengan 76 tersangka dan mengamankan narkoba jenis golongan satu Sabu sebanyak 122,8 gram dan untuk Okerbaya ada 16 kasus dengan 20 tersangka serta berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 84.800 butir jenis pil dobel l.

Kemudian, dari hasil ungkap Polsek Jajaran Polres Jombang berhasil mengungkap 62 kasus dan 69 tersangka dengan rincian, narkotika ada 7 kasus dengan meringkus 7 tersangka serta mengamankan barang bukti sebanyak 126,82 gram jenis sabu. Dan untuk Okerbaya ada 71 kasus dengan 82 tersangka dan berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 89.365 butir pil jenis dobel l.

Lebih lanjut AKP Mukid menerangkan, para pengedar ataupun bandar yang ditangkap ini sudah di TO sebelumnya, mereka ini memang memanfaatkan momentum saat Pilpres. Jadi kebanyakan tersangka ini berkepikiran para polisi ini pasti sedang sibuk pengamanan Pemilu, tetapi Satresnarkoba serta jajaran Polsek Polres Jombang tetap bisa meringkus penyakit masyarakat yang selalu merusak generasi anak muda bangsa ini.

“Meskipun dengan momentum Pemilu kita tetap antisipasi bahwa disaat seperti ini biasanya dimanfaatkan oleh pelaku dengan bertransaksi narkoba. Untuk modus bandar narkoba ini tetap memakai sistem ranjau untuk bertransaksi dan hampir rata-rata bandar ini mengambil dari Kota Surabaya. Dengan uang disimpan dikantong plastik dipinggir jalan dan para bandar ini juga menaruh di jalan. Jadi mereka tidak pernah bertemu secara face to face,” terang AKP Mukid.

Akibat perbuatannya, para tersangka kasus sabu-sabu dijerat Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) sub Pasal 127 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara. Sementara untuk tersangka Okerbaya jenis pil dobel l dijerat dengan pasal 197 sub Pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Namun untuk para Bandar narkoba ini bisa dikenakan ancaman hukumannya minimal 6 tahun atau maksimal hukuman seumur hidup dan denda uang sebanyak 8 miliar rupiah,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed