oleh

GMPJ Tolak People Power, Dukung Aparat Tindak Pidana Makar

Jombang – Puluhan masyarakat Jombang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Jombang (GMPJ) terjun kejalan menyerukan penolakan agenda isu people power pasca proses pemilu 17 April 2019 kemarin.

“Kami dari gerakan masyarakat peduli Jombang menolak secara tegas isu adanya people power yang memecah belah NKRI,” teriak koordinator aksi GMPJ, Joko Fatah ketika berorasi di bundaran Ringin Contong, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Selasa (14/5/2019) siang.

Pantauan Pewarta media ini dilokasi massa aksi membawa atribut sepanduk bertuliskan “Tolak People Power” beserta kertas ungkapan penolakan terhadap pencetus seruan isu people power yakni Amin Rais, dan menyebarkan selebaran pernyataan sikap menolak people power juga dibagikan ke masyarakat pengguna jalan yang melintas di lokasi aksi.

Menurut Joko Fattah, isu people power yang sering didengungkan dinilai sangat membahayakan NKRI. Dirinya juga menilai bahwa people power ini sebagai gerakan makar. Kemudian, apabila mereka menolak hasil pemilu tidak seharusnya menggunakan people power yang jelas melanggar konstitusi, sedangkan MA (Mahkama Konstitusi) sebagai lembaga yang menaungi soal sengketa hasil pemilu.

“Undang-undang telah mengatur mekanisme apabila terjadi berbagai jenis pelanggaran. MK nantinya akan mengurus sengketa hasil suara. Namun untuk People power ini memang jelas merupakan gerakan makar karena sudah melawan konstitusi,” tegasnya.

Selain itu, GMPJ juga menyatakan akan ikut serta dalam menjaga ketentraman pasca pemilu di Kabupaten Jombang. Tak hanya itu, para aksi ini juga turut mendukung penuh terhadap aparat keamanan dalam menidak tegas para oknum pelaku makar bila terjadi di wilayah kota santri.

“Kalau ada gerakan makar kami harap segera ditangkap, masyarakat sangat setuju. Kami sebagai masyarakat akan menyebarkan bahwa tunggu keputusan KPU, bukan keputusan dari pihak-pihak lainnya,” terangnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed