oleh

Dikira Mencuri, Oknum Polisi Bogem Tiga Warga Jombang

Jombang – Nasib sial dialami oleh tiga orang berasal dari Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang yang menjadi korban penganiayaan dua oknum anggota polisi. Lantaran dikira mencuri handphone di sebuah klinik terapi di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Dari tiga korban tersebut adalah, Aminuddin (50) warga Dusun Ngledok, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang beserta istrinya yang bernama Markani (46) dan keponakannya, M Rofiul Huda (23) yang dipukuli oleh dua orang yang mengaku sebagai anggota polisi Jombang

Markini mengaku dia bersama suaminya dituduh mencuri handphone di klinik terapi tersebut. Tuduhan itu dilontarkan oleh dua orang oknum yang tak dikenal tiba-tiba mencari dirinya beserta suaminya dikediamannya di Desa Mojokrapak, pada hari Minggu tanggal 9 Juni 2019. Setiba dirumahnya, dua orang yang mengaku polisi itu langsung memukuli Aminuddin dan juga sempat mencekik leher Markini.

“Saya pas di rumah mas. Kejadiannya sekitar jam 4 sore, tiba-tiba ada dua orang datang yang satunya langsung menuduh suami saya. Ngakunya polisi, dari intel, dan langsung memukul suami saya,” ucap Markini saat diwawancarai awak media di kediamannya, Kamis (13/6/2019) malam.

Lebih lanjut, istri Aminuddin juga menceritakan, tak hanya dipukuli saja, namun suaminya ini dibawa oleh dua orang tersebut ke Desa Pacarpeluk dan disitu suami Markini kembali dipukuli lagi oleh pelaku.

Selain suami istri tersebut, keponakannya M Rofiul Huda juga terkena bogem mentah disaat Markini mengajak keponakannya ini hendak menjemput suaminya. Tetapi, sesampainya dikediaman pelaku, keduanya juga turut menjadi korban oleh oknum itu.

“Di rumah polisi itu dipukuli semua, dihajar, ditendangi, dan diancam mau dibakar,” imbuhnya.

Selesai dihajar dirumah pelaku tersebut, Markini juga mengaku dirinya serta suami dan keponakannya dinaikkan ke mobil untuk dibawa ke Mapolres Jombang, karena terlibat kasus dugaan pencurian handphone yang dialamatkan dirinya, namun kasus ini berujung damai atas permintaan Markini saat tiba di Mapolres.

Sedangkan melihat keadaan Aminuddin dan Huda yang mengalami luka lebam diwajahnya, petugas Kepolisian Resort Jombang langsung mengantarkannya ke RSUD Jombang untuk dilakukan perawatan.

“Saya minta damai gitu, dan didamaikan sama yang mukuli tadi. Polisi yang di kantor lalu mengajak ke rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu ketika dikonfirmasi oleh awak media membenarkan terkait adanya dugaan pencurian handphone yang melibatkan tiga orang yang berasal dari warga Desa Mojokrapak tersebut.

Tetapi ketika disingung mengenangi penganiayaan tersebut, Kasat Reskrim Polres Jombang belum bisa memastikan apakah itu dilakukan oleh oknum polisi atau bukan, karena belum ada laporan tentang penganiayaan yang dialami oleh Aminuddin, Markani serta M Rofiul Huda.

“Sejauh ini karena kita belum menerima laporan resmi, kita belum bisa pastikan itu oknum apa bukan,” terangnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed