oleh

PKL Depan Stasiun KAI Jombang Tolak Rencana Penggusuran

Jombang – Sebagian Pedagang Kaki Lima depan stasiun Kereta Api Indonesia (KAI) Jombang menolak rencana penggusuran oleh PT KAI. Hal ini mengacu pada surat edaran rencana kegiatan pembangunan dan perluasan area stasiun yang diberikan kepada para pedagang kaki lima (PKL) warung kopi dan makan yang terletak di depan Stasiun Jombang, Rabu (19/6/2019) siang.

Pantauan akurasinews.com dilokasi, terlihat alat berat sudah dipersiapkan di depan Stasiun dan nampak para pedagang sudah mempersiapkan barang-barangnya yang akan dibawa untuk berpindah, bila ada rencana penggusuran atas perluasan area parkir stasiun.

Menurut keterangan salah satu pemilik warung, Wawan (35) warga asal Desa Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang mengatakan, menolak rencana penggusuran karena belum ada solusi dari berbagai pihak. Memang sebelumnya sudah ada sosialisasi dari pihak KAI, tapi belum ada titik terang, dan juga dulu pernah ada tawaran relokasi, namun harga sewa terlalu mahal.

“Saya tidak mau digusur karena tidak pernah menemukan solusinya. Kalau dulu sempat ada tawaran relokasi tempat tetapi untuk uang sewanya dua puluh lima juta pertahun,” jelas Wawan saat ditemui akurasinews.com di warungnya yang berada di Jalan Basuki Rahmad, Desa Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu (19/6/2019) siang.

Tawaran relokasi tanah yang berada di bekas rumah dinas ini rencananya akan bertempat disebelah barat stasiun Jombang serta bangunannya harus dibuat sendiri, pastinya para pedagang yang diarea itu tak mampu untuk menyewa tempat tersebut.

Wawan juga menambahkan, padahal warungnya berdiri sejak puluhan tahun belum ada solusi sama sekali atas penyelesaian ini dan tidak pernah ada titik temu baik dari KAI maupun Dinas terkait. Jadi rencana pengusuran sudah sering namun terhalang karena lokasi warung pedagang untuk penyelesaiannya ikut ranah Pemerintah Kabupaten Jombang. Kemudian, kenapa baru sekarang pihak KAI yang melayangkan surat rencana penggusuran.

“Hingga kini belum pernah ada titik temu solusi penyelesaiannya, kita dulu bertempat disini mulai 1995 yang berjualan 9 warung tapi sekarang yang berjualan diarea sini sudah sebanyak 13 pedagang. Bila ada titik terang baru kita pindah,” terangnya.

Sementara itu, Manajer Humas Daops 7 PT KAI Ixfan Hendri Wintoko menjelaskan dengan meningkatnya pengguna angkutan Kereta Api perlu adanya pengembangan. Dalam pembangunan stasiun-stasiun besar yang ada di wilayahnya seperti Blitar, Kediri, Jombang, dan Madiun. Tujuannya disamping meningkatnya jumlah pelanggan juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari loket area parkir, akses orang jalan kaki ke stasiun agar lancar.

“Untuk Stasiun Jombang sebelum hari raya kemarin sudah dilakukan sosialisasi terkait hal tersebut, baru hari ini kita dari KAI melayangkan surat rencana penggusuran,” pungkas Ixfan.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed