oleh

Ditemukan Pemukiman Era Majapahit, di Kota Santri

Jombang – Tumpukan batu bata merah ditemukan seorang warga di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Bata kuno itu diduga sebagai benda cagar budaya. Dilokasi bekas galian pasir itu diperkirakan adalah pemukiman di era Kerajaan Majapahit.

Tumpukan ini kali pertama ditemukan tiga bulan yang lalu oleh Suwandi salah seorang warga setempat, tumpukan bata itu menyerupai sebuah bangunan tembok yang tersusun rapi.

“Waktu itu menggali pasir, barangnya itu di bawah pasir. Bentuknya seperti tembok gitu mas,” ungkap Suwandi kepada media di lokasi, Senin (24/06/2019)

Mendengar laporan terkait penemuan benda cagar budaya tersebut, Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya sudah mengecek langsung ke lokasi tumpukan batu bata merah yang menyerupai tembok itu kemarin.

Dari hasil pengecekannya tumpukan batu bata yang membentang arah barat ke timur dengan panjang 100 meter ini, ditemukan di kedalaman 160 sentimer dan setelah diteliti memang tak seperti batu bata pada umumnya.

“Ketika kita ke lapangan kita temukan struktur batu bata 11 lapis, punya ketebalan 67 sentimeter. Berukuran cukup besar dengan ketebalan 5 sampai 6 sentimeter, lebar 21 sentimeter dan panjang 31 sentimeter,” ujar Wicaksono Dwi Nugroho saat dihubungi wartawan, Senin (24/6/2019).

Wicaksono juga menjelaskan, tak jauh dari tempat itu juga di temukan tumpukan batu bata serupa pada 2016 lalu yang berjarak hanya 100 meter, tepatnya berlokasi di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Menurut hasil pengamatan sementara Arkeolog BPCB Jatim, kedua temuan tersebut kuat dugaannya sebagai kompleks pemukiman warga di era kerajaan Majapahit.

Bisa diartikan bentuk batu bata ini mirip seperti ditemukan di Trowulan, Mojokerto. Jadi kemungkinan bekas peninggalan kompleks pemukiman Majapahit itu juga diperkuat dengan adanya temuan benda-benda keramik yang diduga sebagai tembikar pada jaman Majapahit.

“Kalau dari ciri-ciri ini merupakan bekas pemukiman, karena ada sisa-sisa tembikar,” ucapnya.

Sementara untuk saat ini pihak BPCB Jatim nantinya juga akan meneliti kembali hasil dari pengecekan di lokasi penemuan tumpukan batu bata untuk memastikan bentuk asli dari temuan batu bata merah yang berada di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

“Ditemuan baru ini kami akan ploting dengan temuan yang di Sugihwaras dan kita akan tarik batas-batas sebarannya. Kami akam berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Jombang untuk upaya-upaya pelestarian,” jelasnya

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed