oleh

BPCB Trowulan : Struktur Bata Kuno di Sendang Sumberbeji, Diperkirakan Saluran Air Era Majapahit

Jombang – Sehari setelah warga Dusun Sumber Beji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang menguras dasar sedang sumber air kuno. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan langsung turun mengecek struktur bangunan purbakala tersebut, Senin (1/7/2019)

Pada pengecekan kali ini, pihak BPCB Trowulan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Sebelum BPCB datang, Pemerintah Kecamatan Ngoro juga hadir ke lokasi, hanya untuk sebatas pengecekan temuan tersebut dan memantau aliran sungai dari genangan air di sumber dasar sendang.

Menurut Arkeolog BPCB Trowulan, Nugroho Harjo Lukito, melihat dari struktur yang terlihat di bata merah kuno di dasar sendang ini kemungkinan adalah bangunan saluran air berupa parit, karena membentang menyerupai kanal (saluran air).

“Dari pengamatan awal kita, ini kita duga sebagai saluran air untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat,” ungkapnya kepada sejumlah awak media di lokasi.

Nugroho menduga, sumber saluran air yang tersusun rapi oleh batu bata ukuran itu bisa jadi ada kaitannya dengan penemuan situs pubakala yang diduga sebagai pemukiman era jaman Majapahit di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Jombang yang hanya berjarak 4 kilometer ke arah selatan menuju sendang air di Dusun Sumber Beji.

“Bisa jadi mungkin pemukimannya di sebelah sana, karena sumber airnya di sini dan dialirkan. Biasanya ini panjang sekali, dan di beberapa titik bisa jadi ada persimpangan-persimpangan. Kemudian biasanya di strutur bangunan ini ada lantainya dari batu bata merah,” terangnya

Meskipun kedatangannya hanya sebatas pengecekan untuk melakukan pendataan secara teknis, tetap dari pihak BPCB juga memastikan setelah berbicara dengan Pemerintah Desa setempat, direncanakan besok (2/7/2019) sendang tersebut akan dilakukan pengurasan untuk kebutuhan penggalian data dari bangunan purbakala yang berada di dalam sendang itu.

“Besok kita akan lakukan pengurasan untuk mendata secara teknis dimensinya, lebar, panjang, maupun kedalamnya. Untuk memastikan seperti apa kontruksi utuh daripada bangunan ini,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bangunan situs purbakala batu bata merah kuno ini pertama kali ditemukan disaat para warga ingin membersihkan area sendang tersebut. Karena merasa penasaran, warga setempat akhirnya punya inisiatif menguras air jernih dan terlihat seperti ada batu bata kuno merah.

Kemudian setelah dikuras serta digali ditemukan dua struktur bata merah kuno yang tersusun menyerupai kanal atau saluran air, dengan memiliki jarak selebar seratus sentimeter dan kedalamannya sekitar 3 meter dari dasar sendang di Dusun Sumber Beji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed