oleh

Debit Air Waduk Grojokan Menyusut, Kota Santri Dilanda Kekeringan

Jombang – Akibat musim kemarau, debit air di Waduk Grojokan, Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang seluas 5 hektar mengalami penyusutan. Berkurangnya volume air tersebut dimanfaatkan oleh warga setempat untuk mencari ikan. Namun akibat penyusutan air itu sebagian wilayah di Kota Santri mengalami kekeringan.

Menurut Gunadi, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Jombang, air Waduk Grojokan itu bukan dari aliran sungai, namun adalah penadah atau bak penampungan air hujan dari arah hutan. Memang kalau dimusim kemarau air disitu mengalami penyusutan.

Pada kemarau kali ini air waduk berukurang kurang lebih 8.000 sampai 10.000 kibik, dan itu bisa mengakibatkan kekeringan hingga permukaan tanahnya pecah-pecah.“Kalau musim kemarau mesti begitu karena waduk tersebut untuk penadah air hujan yang biasanya untuk mengairi persawahan. Tetapi bila ada ikannya kita tidak tahu, yang penting masih bisa menguntungkan warga setempat,” ungkap Gunadi via seluler baru-baru ini.

Bak penampungan air yang hampir mengalami kekeringan total ini tak hanya berada di Waduk tersebut saja. Dari data BPBD Jombang, kini ada 6 Kecamatan yang mengalami dampak atas musim kemarau hingga bulan Juli 2019, yakni di Kecamatan Plandaan, Kabuh, Ngusikan, Mojoagung, Wonosalam dan Bareng.

Bahkan di Kecamatan Bandar Kedungmulyo tidak menutup kemungkinan tepatnya di Dusun Karangasem, Desa Karangdagangan, terkadang juga mengalami kekeringan.“Kami juga sudah menurunkan tim untuk memantau kondisi kekeringan di Desa Karangan, Desa Ngerimbi serta di Desa Marmoyo dan Desa Wonokerto. Kemudian diperbatasan Mojoagung-Wonosalam ini juga berdampak kekeringan pada musim kemarau, kami mengirim air bersih disitu,” tegasnya.

Lebih lanjut Gunadi juga mengatakan, demi memenuhi kebutuhan kekeringan seperti yang kemarin di Pojok Klitik. BPBD Jombang sudah menaruh tandon air bersih bila kekeringan, dengan adanya tandon itu terkadang warga disana lebih mengandalkan sumber air dari sendang, sehingga suplay air itu bisa dimasukkan ke tandon.

“Dengan begitu warga paginya bisa mengerjakan aktifitasnya masing-masing seperti masak memasak dan minum. Jika memang kekurangan air bersih, dari BPBD bisa mensuplay air bersih dengan kapasitas 5.000 liter pertangki hingga 6 kali pengiriman setiap harinya,” terangnya.

Meskipun hanya sekali hujan turun di wilayah Jombang, pihaknya belum bisa memprediksi sampai kapan musim kemarau ini akan berakhir. Tetapi dari sistem informasi BMKG SimonRain, kemungkinan kurang lebih dua bulan kedepan ini akan terjadi tiada hari tanpa hujan.

“Meskipun di Jombang mengalami kekeringan, tetapi alhamdulillah sedikit banyak di Wilajah Jombang mengalami udara dingin pada malam hari, minimal tidak kering terus. Mudah-mudahan dengan kondisi seperti ini akan lebih diperhatikan oleh Pemda dalam hal ini, untuk selalu memperhatikan warganya yang kini berdampak kekeringan,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor      : Agus Karyono

Menyusut : Warga sekitar Waduk Grojokan sedang mencari ikan disaat debit volume air menyusut di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang (Saha)

Komentar

News Feed