oleh

Warga Kota Santri Keluhkan Produksi Pupuk Petroganik

Jombang –Warga disekitar Pabrik Produksi Pengolahan Pupuk Organik Petroganik merasa terganggu dengan butiran debu dan bau udara busuk akibat proses daur ulang produksi. Hal itu disampaikan salah seorang karyawan Hotel Dewi yang berada di Jalan Cempaka, nomor 20, Dusun Babatan, Desa Kepuh Kembeng, Kecamatan Jombang, Sabtu (13/7/2019).

“Yang jelas para karyawan dan pengunjung kita sering mengeluh dengan debu dan bau busuk yang menyengat jika pabrik produksi,” ucap Yazid, Karyawan Hotel Dewi saat ditemui akurasinews dilokasi Hotel.

Warga Kota Santri berumur 40 tahun ini juga mengatakan, terkadang area halaman hotel ini sering terkena debu pabrik hingga menggangu pernafasan. Kerap dengan adanya bau dan debu itu, omset serta pengunjung sedikit banyak menurun setiap harinya.

“Kalau dulu ini memang gudang. Sudah lama disini, mungkin puluhan tahun. Dengar-dengar pabrik ini miliknya, Yong Hin orang dekat kompleks Ruko Cempaka Mas, Jombang,” imbuh Yazid yang juga sebagai Satpam Hotel.

Selain itu, seorang warga didepan pabrik bernama Samiyono (70) asal Desa Mojongapit, Kecamatan/Kabupaten Jombang juga merasakan hal yang sama, namun karena sudah puluhan tahun bertempat tinggal disebrang jalan dirinya menganggap bau tersebut sudah terbiasa.

“Sudah biasa mas, kadang mambu (bau) ampas tahu, teri, tetes, pete, bahannya ini seperti teletong (kotoran). Kira-kira ini luasnya kurang sehektar. Kata karyawan gajinya disini seratus ribu lebih perharinya,” ucap kakek yang juga menjual makanan.

Sementara saat pihak pabrik dikonfirmasi hanya bisa ditemui seorang karyawan. Namun dirinya tidak berani berkomentar banyak.”Benar ini Pupuk organik,” kata karyawan berpakaian warna biru yang enggan menyebutkan namanya.

Terpisah, Kepala Kecamatan Peterongan, Sholahuddin menyampaikan, pihaknya baru mengetahui terkait laporan adanya pabrik tersebut. Kemungkinan nanti akan segera menurunkan trantib untuk mamantau terlebih dahulu untuk memastikan terkait dampak lingkungan warga setempat maupun proses perizinan pabrik maupun lainnya.

“Kita menunggu kroscek ke lapangan dulu, nanti baru tahu detailnya seperti apa, baru itu kita bisa menindak lanjuti. Jika seumpama perizinannya berbeda ya nanti dicabut saja, tetapi untuk sekarang belum bisa memastikan karena baru tahu,” terang mantan camat Wonosalam, baru menjabat di Peterongan.

Perlu diketahui, Pabrik Produksi Pengolahan Pupuk Organik ini berada di Jalan Cempaka, nomor 22, Dusun Babatan, Desa Kepuh Kembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang. Didalam lokasi pabrik terlihat, plang banner bertuliskan, Pabrik Pupuk Petroganik, CV Cahaya Baru yang bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik. Selain itu, juga terpampang papan bekas tertulis surat ijin usaha sejak tanggal 20 September 1981, dari Perusahaan penggilingan padi Cahaya Baru dan atas nama pemilik, Dedy Subianto.

Reporter : Taufiqur Rachman

 

Komentar

News Feed