oleh

Sambut Era Revolusi Industri, FIP Unhasy Gelar Gema Bakti

Jombang – Menyikapi seringnya siswa siswi malas belajar di sekolahan disebabkan teknologi game handphone dizaman modern. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng, mengelar pelatihan dalam pembelajaran modern berbasis industri 4.0, di MI Al Asy’ari Keras, Kecamatan Diwek, Jombang, Sabtu (20/7/2019)

Tepat pukul 10.00 WIB, acara diikuti sejumlah pendidik serta mahasiswa dan tenaga kependidikan di Pesantren Al Asy’ari ini digelar didalam ruangan kelas 1, MI Al Asy’ari Keras, dengan mengambil tema, Pelatihan Pembelajaran Game Edukasi Menarik Berbasis Ketrampilan Teknologi Informasi (GEMA BAKTI) yang bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). Hal itu, sebagai media sosialisasi pentingnya pembelajaran modern menyambut revolusi industri 4.0.

Pada pemaparan materi dari narasumber Ketua LPPM Unhasy, Drs Bambang Sujatmiko, dari beberapa penelitihan tentang banyaknya model-model pembelajaran lama dengan mengunakan buku pada sarana belajar seringkali membuat para siswa bosan dikarenakan pada umumnya mereka sudah kecanduan teknologi gengaman (handphone).

Jadi kini mereka butuh sekali pembelajaran modern pada aplikasi game seperti belajar menghitung matematika atau lainnya dengan aplikasi yang berbasis android. Tentu hal ini harus dimanfaatkan dan dijadikan sarana bagi seorang guru untuk melakukan pembelajaran, agar proses belajar mengajar tidak membosankan.

“Karena jamannya anak-anak sudah pegang HP smart phone, sementara kurikulum di sekolah masih menggunakan buku. Nah sekarang mereka sudah tidak senang pegang buku. Akhirnya apapun dipindah ke android, jadi bisa dibaca di HP nya, dan menarik,” kata Bambang Sujatmiko ditemui akurasinews seusai membuka Pelatihan Gema Bakti di MI Al Asy’ari, Sabtu (20/7/2019).

Dalam penerapan revolusi industri 4.0, menurut Bambang, harus diterapkan pada proses belajar mengajar yang dimasukan dalam kurikulum pembelajaran adalah perkembangan teknologi ini, yang selalu harus dicermati oleh setiap pendidik sekolahan, sehingga bisa mampu diimplementasikan dengan baik dan secara maksimal.

“Mengingat sekarang di Indonesia mulai memasuki era revolusi industri 4.0, pemindahan materi bahan ajar sekolah ke HP android ini haruslah diolah dengan konten yang menarik, sehingga memicu minat belajar untuk pengajar. Seperti membuat bahan ajar edukasi permainan, kalau game itu mesti ada menariknya, karena ada unsur gamenya,” papar Ketua LPPM Unhasy.

Mencermati pelatihan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Asy’ari, KH Abdul Gholib Sulhi, mendukung sekali atas pelatihan Gema Bakti, sebab disisi lain manfaatnya sangat perlu sekali agar proses belajar mengajar tidak monoton seperti dulu-dulu saja. Tanpa ada ilmu dari orang lain pengajaran pendidikan keagamaan tidak bisa maju kedepannya, seperti dulu mengaji sorogan dan wetonan di Pesantren.

“Kalau dulu masih tetap digunakan walaupun sekarang juga masih bagus realitas yang diberikan. Sehingga nama sorogan itu bisa menjadi model sorogan modern dengan memakai IT, agar memudahkan pemahaman menghafal kepada anak-anak sekarang,” ungkap KH Abdul Gholib Sulhi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara FIP Unhasy, Iesyah Rodliyah menyampaikan bahwa, kegiata pelatihan pembelajaran Gema Bakti diselenggarakan selama dua hari tanggal 20-21 Juli dengan diberikan materi berbeda, dihari pertama tentang pembelajaran abad 21 beserta tentang praktek wondershare quis creator 3.0 yaitu salah satu game yang berbasis IT. Jadi guru bisa membuat game dengan mengunakan kuis soal-soal evaluasi pada creatornya.

“Untuk materi ketiga ini dihari kedua juga ada game microsoft power point yang ada di komputer untuk membuat soal menarik. Kegiatan pelatihan ini salah satunya mengajak guru berkembang di revolusi industri 4.0 agar dalam proses belajar mengajar setidaknya menyisipkan pembelajaran berbasis IT disekolahan,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Komentar

News Feed